Pengunjung

Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Setiap insan yang dilahirkan, pastinya sudah memiliki porsi dan kisah hidupnya masing-masing yang telah tertulis di lauhul mahfudz. Sejak ruhnya ditiupkan kedalam rahim mulia seorang yang terdapat surga di telapak kakinya, yaitu Ibu. Sungguh takdirnya pun juga telah tertulis untuknya. Baik berjodoh dengan siapa, bahkan kapan ia kembali ke kehidupan yang kekal abadi.

Lantas bagaimana kalian menghadapinya? Tentunya ketika kalian terlahir di bumi, Allah pun senantiasa memberi kalian kelebihan, yang mungkin orang lain tidak memilikinya dan diimbangi dengan kekurangan yang sewajarnya memang dimiliki oleh manusia biasa. Mengapa manusia biasa? Ya karena manusia-manusia yang luar biasa tak pernah menganggap kekurangan yang ia punya adalah kekurangan yang sesungguhnya, tapi ia yakin kekurangannya itu dapat ia jadikan kelebihan yang ia miliki dengan mengelola sebaik mungkin.

Begitu pula dengan masalah, tentunya semua hamba Allah yang terlahir di bumi ini memiliki masalah yang tingkat nya berbeda-beda, tergantung dengan kesanggupan ia memikulnya.

Kawan, aku hanya ingin berbagi dan juga mengingatkan , begitupula pengingat ini berlaku untuk diriku. Jangan pernah kau merasa dirimu yang paling berat masalahnya, karena ku yakin mungkin diluar sana masih banyak yang memiliki masalah lebih besar darimu. Tapi dengan ketenangan dan kedekatannya dengan Sang Khalik, membuat ia tegar. Bahkan terkadang tak terlihat memiliki masalah.

Bahkan sekalipun orang yang kau anggap hebat dan tidak memiliki masalah bisa jadi, dia adalah orang yang sedang mengalami masalah paling berat di hidupnya, itu hanya pandanganmu saja. Maka dari sekarang mulailah bersyukur atas apa yang kau miliki. Karena apa yang kau miliki hari ini adalah apa yang kau inginkan di masa lalumu.

Pada hakekatnya semua masalah, urusan dan juga cobaan yang diberikan olehNya akan datang pada tiap harinya. Tak bisa dihindari ketika memang sudah kehendakNya.

Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka. 
(HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).


Yakinlah kawan, ujian yang kau hadapi saat ini adalah bukti sayang Allah kepadamu, bahkan ketika kamu merasa terlalu berat beban dan ujian yang kau pikul. Bahkan kau berpikir bahwa tak ada lagi orang yang sanggup menanggung dan mendengarkan rintihanmu. Sadarlah, bahwa sesungguhnya Allah sedang merindukan dirimu. Merindukan tangismu di sepertiga malam.


Semua ini semata-mata untuk membuatmu tangguh, sebelum masalah itu datang pada tiap harinya, jadilah orang yang menjemputnya. Lho kok masalah di jemput? Bukan masalahnya yang di jemput atuh, tapi solusinya.

Iya solusinya ada di interaksi antara diri dengan Allah. Ketika kau dihadapkan dengan masalah,  cukuplah ambil wudhu dan sholat sunnah lah dua rakaat, insyaAllah itu akan menenangkan hatimu dan ketika malam menyapa, maka jangan sia-siakan waktu yang diberikan untukmu. Yaitu 1/3 malalm terakhir. Gunakanlah waktu ini dengan semaksimal dan sehikmat mungkin. Karena kamu tahu apa? Pada sepertiga malamnya Allah turun untuk memberi rahmat untuk orang-orang yang beriman

Maka dari itu setelah kau telah sampai membaca pada baris ini, marilah sejenak kita ucap rasa syukur atas apa yang telah kita dapatkan . Semangatlah kawan, Allah selalu ada untuk menyelesaikan permasalahanmu pada pada setiap harinya. Hanya bagaimana interaksimu saja kepada Nya. Ku harap semakin hari semakin membaik, begitupula doa itu untuk diriku. Selamat meraih ridha-Nya di sepertiga malam terakhirmu.

“Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.”
(HR. Muslim dan Ahmad)

Yakinlah kawan, kamu adalah orang-orang tangguh yang dipilih oleh Allah untuk bisa menyelesaikan masalah yang engkau hadapi. Bukankah Allah telah berfirman dalam surat cintanya?


Dalam surat Al-Insyirah, Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah 6)


Untuk kamu yang katanya lagi ada masalah, tenanglah kamu itu hebat. Kamu itu tangguh, dan kamu kuat, bahkan melebihi apa yang kamu bayangkan tentang ketegaran yang ada pada dirimu.
Pernahkah dirimu merasa pada titik terbawah pada hidupmu?
Seakan, semua seisi bumi tak berpihak kepadamu?

Tak hanya itu, seakan sesak merasuk pada jiwa dan lelah terus menghantui..
Bahkan ingin rasanya, meninggalkan segala rutinitas yang sedang kau jalani selama ini?
Bahkan aktivitas yang membuat kau bahagia pun seakan ingin kau tinggalkan?
Hei, ada apa dengan dirimu? Ada yang salah atau mungkin memang kau sedang terlalu lelah?
Ah atau mungkin kau butuh istirahat sejenak, sama seperti post sebelumnya di https://s.id/saatsemuaterasamelelahkan


"Lantas apa hubunganya dengan lelah yang merasuk di jiwa dan anak panah?"

Tahukan kau anak panah seperti apa? Ia rela mundur kebelangkan namun semata-mata ia lakukan untuk melaju pesat kedepan.


Jadikanlah dirimu layaknya anak panah, mungkin kini kau lelah bahkan membuat kinerjamu turun, tapi yakinkanlah kepada dirimu bahwa kau adalah seorang anak panah, yang memang sedang mundur kebelakang. 

Tak usah mengelaknya, akui saja bahwa memang segala produktivitasmu turun.. 
Lantas setelah turun apakah kau larut di dalamnya? Tentu tidak! Kau harus melaju pesat! Bahkan harus lebih cepat dari teman-temanmu yang sedang stabil pada saat ini. Karena aku yakin, Allah memberimu kelebihan dan kesempatanmu untuk bangkit kembali dari segala urusanmu. 


Ayo Bangkit! Buktikan kepada dunia 
   bahwa kaulah Sang Anak Panah!  
Ini tentang sebuah mimpi

Siapa yang belum pernah merasakan mimpi? Ah.. Ku pikir semua orang pernah mersakannya. Namun, mimpi disini, mimpi dalam artian cita-cita dan impian kita. Bukan mimpi yang hanya sekedar kembang tidur saja.
Sebelum membahas ini, pernahkah kalian mendengar, bahwasannya

“Jika kalian memiliki mimpi, ataupun target. TULIS lah hal itu. Tulis dan tempel di tempat yang sering kalian jumpai.”

 Saya mengetahui hal itu sejak saya ada di bangku SMA, dan sayupun mulai mencoba cara itu.
Jujur, pernah ada rasa kecewa saat impian saya yang saya tuliskan pada poin pertama dan kedua tidak akan terjadi lagi, dan tak mungkin terjadi, yaitu masuk ke universitas yang saya impikan dengan tahun dan cara masuk yang saya impikan. Sempat meragukan list 100 mimpi-mimpi saya yang lain, sempat merasa apa yang saya lakukan hanyalah sebuah hal yang sia-sia.
Namun ada impian yang menuliskan “Umroh 2016” saat melihatnyapun, saya berfikir, “apakah ini akan tercapai?” yang poin satu dua saja sudah tidak mungkin tercapai. Tapi saya tetap menguatkan apa yang ada di dalam hati saya, bahwasannya saya ingin sekali diundang untuk datang ke rumahNya dan menghabiskan suka duka saya disana.

Waktupun terus berlalu, sampai tiba saatnya waktu yang ada di impian saya tiba, dan…………

Ini menjadi kenyataan, hari-hari sayapun diisi dengan penuh tangisan haru, betapa diri ini sungguh berdosa. Sempat meragukan apa yang di berikan olehNya, untuk tujuan hidup ini. Diri ini sempat kecewa, karena tidak dapat masuk kedalam universitas yang di impikan. Namun jalan Allah lebih indah.
Bukan berarti saat salah satu impianmu tak dapat kau gapai, semua mimpimu juga tak akan dapat kau gapai. Itu semua salah besar.
Mengapa saya dapat mengatakan seperti itu? Ya karena saya pernah mengalami diposisi itu.
Allah Maha Mengetahui tiap-tiap hati hambaNya. Jujur saat saya di panggil untuk menjadi tamuNya, itu dikala saya tak sanggup lagi berkata-kata, untuk cerita ke orangpun tak mampu. Dan Alhamdulillah, saya berkesempatan untuk menceritakan apa yang saya rasakan, langsung kepadaNya, dirumahNya.

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang engkau dustakan?”

Disanipun, saya berbeda dengan orang kebanyakan. Dimana semuanya bersama keluarganya, disini saya sendiri. Benar-benar saya merasa, ini saatnya saya sama Allah. Hanya kami berdua. Melupakan sejenak apa yang ada di dunia. Fokus pada tujuan akhir nanti.

            Okee kembali lagi ke massa dimana saya ada niatan untuk kesini…… ke rumah Allah …. Ke tempat yang mulia.

Ingat sekali, Ramadhan 1435H kurang lebih 2 tahun lalu, saya diajak i’tikaf oleh teman, sahabat sekaligus orang-orang yang sudah saya anggap keluarga saya sendiri, yaitu ROHIS 68. Ini kali pertama saya I’tikaf bersama teman-teman saya, dikala itu ikhwan yang menjadi pelopor untuk mengajak I’tikaf, kalau akhwat mah ayo aja, tapi namanya juga akhwat pasti ada kendalanya, yaitu di perizinan/hayooo ancung siapa yang merasakan hal yang sama/ . Hehehe. Sayapun merasakan hal yang sama. Dan kala itu di malam ke-27, malam jumat dan pada siang harinya, ada suatu pengumuman yang mengatakan Indonesia khususnya Jakarta akan rusuh, tapi itu tak membuat tekad kami gentar, dan ingat betul… Perkataan saya dikala mengajak I’tikaf saudara-saudara di rohis 68 lainnya menggunakan kata-kata “Berawal dari masjid-masjid Jakarta, berakhir di Masjidil Haram” kalimat itu yang selalu saya ucapkan, mungkin ada pula yang sampai bosan mendengarkan saya selalu mengucapkan itu.  Karena prinsip kami waktu itu, sebelum menemukan masjid yang benar-benar membuat nyaman seperti sekarang, ya kami I’tikaf ke masjid-masjid yang berbeda di tiap malamnya. Eh saat nemuin yang pas , jadilah di tempat itu sampai sekarang.

Nah setelah bulan Ramadhan berlalu, dapat kabar bahagia, kalau beberapa saudara di Rohis 68 telah diundang untuk ke rumahNya, dikala itu saya sungguh senang, namun sayapun selalu bertanya, kapan diri ini akan diundang untuk datang ke Baitullah, setiap saya berkesempatan untuk melihat tv, saya selalu menonton siaran langsung dari Makkah, padahal hanya memandangnya hanya dari TV, tapi lagi-lagi saya menangis. Memang saya payah kalau udah urusan sedih-sedihan hehehe. Untuk sedikit menghibur diri, sayapun menaruh harapan saya, doa saya , serta perasaan yang saya alami, saya tuangkan dalam sebuah tulisan, https://marshazashista.wordpress.com/2014/12/13/panggilan/

Ingat betul, kala itu disaat teman-teman saya kesana, karena bukan hanya seorang dua orang saja diwaktu yang bersamaan, tak jarang mereka saling berjumpa di Baitullah, indah bukan ketika bertemu teman seperjuanagan di rumah Allah? Itu membuat saya semakin sedih… Dan saya selalu meminta foto aktifitas mereka disana….. Dan hal inilah yang membuat saya menuliskan “Umroh 2016” masuk dalam list mimpi saya. Memang tidak saya cantumkan tanggal dan bulan persisnya, karena ini semua adanya campur tangan Allah…….
Sempat saya singgung saya berangkat sendiri pada awal tulisan ini, sepertinya inipun salah satu karena ucapan saya. Dulu di SMA saya, ada program untuk umroh, bersama guru, namun kala itu saya tidak diizinkan oleh orangtua karena saya akan berangkat sendiri nantinya(tanpa wali yang mendampingi maksudnya). Tapi ya namanya juga mau, jadi saya bilang “Gapapa kok mah, pah, aku sendiri aja kesananya. Kan ada Allah yang jagain aku”, eh saat mimpi jadi kenyataan, omongan pun menjadi doa, dan omongan yang saya lontarkan menjadi kenyataan pula bahwasannya , saya pergi sendiri. 

Tapi dari keseluruhan kisah saya kali ini, kini sayapun memahami,
Bahwasannya bukan dimana kita mengenyam pendidikan, tapi seberapa serius kita dalam mengenyamnya. Entah jadi apa engkau nanti, tapi semua dilatih sejak kini. Entah apa impianmu, kuharap masih ada harapan besar untuknya, selalu mengikhlaskan dalam setiap langkah perjalanan. Jangan pernah kecewa saat impian tak menjadi kenyataan dan selalu ingat bahwasannya setiap perkataanmu adalah doa.

Yuk mulai bermimpi dan berkata baik, 
karena omonganmu, adalah doa mu.
YEEEYYY

Siapasih yan tidak suka belanja?
Yuhuuuu~

Terutama belanja kebutuhan sekunder apalagi tersier. Tapi semua itu setelah belanja kebutuhan primer ya kawan-kawan.

Iyasih, belanjanya enak.... Ke kasirnya itu lho yang tidak enak. Hehehe.

But... I'm not discuss about that....

Oke.. Jadi mau bahasa apasih sebenarnya dalam postingan ini?

Apakah kalian menyadari bahwa apa yang kalian belanjakan itu adalah hasil susah payah dan keringat kalian atau hanya pemberian orang tua semata?

"Tabungan"... Wah bagus nih bisa nabung! Tapi uang tabungannya juga dari orang tua ?... Tapi tak apa. Setidaknya kalian telah berusaha.

Pernah memakai uang tabungan kalian untuk membeli kebutuhan kalian? Entah itu primer bahkan sampai tersier? Pastinya ada rasa yang berbeda dong ya.... Ada rasa kebanggan sendiri, rasa memilikinya pun lebih (Secara kalian berusaha untuk mendapatkannya juga sungguh-sungguh)

Well...
Nah tipe orang belanja juga beda-beda ada yang irit sampai yaa begitulah hehe.
Ada yang beli brand original sampai sudah ada yang KW KW an

Tapi original tetaplah yang terbaik (Y) Kalau kantong tidak memadai bagaimana?
Ya... Bisa beli model lain, mau seminimalis apapun kalau kita kenakan dengan pantas. InsyaAllah tak kalah dengan yang ori kok.

Pasti mau dong menghasilkan uang sendiri? Ya memang pada akhirnya semua akan mencari sendiri saat sudah besar kelak. Tak hanya besar sih, bahkan ada disekitar kita yang umurnya masih terlalu belia, namun telah mencari nafkah untuk keluarganya. Hebat sama orang yang kaya gini. Tapi harus di imbangi degan dunia pendidikan kalian ya dik! Dan bagi yang sedang melakukan jenjang pendidikan, ya mungkin berat untuk kalian yang harus masuk dari Senin-Jumat. Dari jam 06.30 sampai selesai, dari yang pelajarannya mudah sampai yang amat sulit. Namun kesulitan itu jika dilihat dari sisi positif seharusnya kalian bersyukur karena pernah pengenyam pendidikan hingga titik ini.

Dan untuk kalian yang masih muda dan ingin menambah uang jajan kalian dengan usaha kalian sendiri, jaman udah canggih. Efisiensi waktupun dapat dilakukan lebih maksimal. Saya yakin semua punya kelebihan dan kekurangan. Sekarang bagaimana kalian memaksimalkan kelebihan kalian , dan meminimalkan kekurangan kalian. Oke mari kita telusuri bagaimana untuk menambah uang saku pribadi.

Semuanya berawal dari ketiadaan.... Jadi wajar kalau ingin sukses ya dari 0. Menuju ke angka tak terhingga kalau bisa.

Berbisnis online shop itu enak?
Di era globalisasi ini pastinya teknologi sudah canggih dong ya, belanja aja tinggal lihat fotonya. Suka. Harga pas. Transfer. Selesai deh? Yakan?
Et tapi tak semudah itu juga, tak lupa kalian harus mengecek semua barang-barang kalian dari modal, ongkos, dan lain-lain (ini terlihat kecil namun ini sangat penting), Nah kembali ke atas lagi, semua dari 0 ya berarti wajar kalau kalian harus mencari followers dulu, dan banyakin hastag! Ini penting untuk mempermudah pencarian. Belum lahi kalau harus foto yang bagus, agar pembeli berminat karena dikenakannya juga indah. Syukur-syukur kalau kita beli dari produsen yang sudah ada foto model cantiknya kalau kata orang dagang mah. Wkwkw

Tapi onlineshop tetap harus punya modal... Saya mau ngasih tau yang tanpa modal financial aja ya... Yang insyaAllah bisa kalian jalaninnih.

Dan caranya adalah................................

L O M B A
L  O  M  B  A
L   O   M   B   A
L  O  M  B  A
L O M B A

*Ps:Wetseehh udah kaya puisi typography aja wkwk

Yang tadi saya bahas semua punya kelebihan di berbagai bidang, pastinya perlombaan juga ada untuk berbagai bidang. Nah mulai lah dari sini. Jangan tergiur akan hadiah, namun tanamkan dalam diri kalian.

"Ini adalah masa dimana saya harus menjelajah dan memperdalam apa yang saya bisa"

Ya itu penting banget! Kalau karena tujuan kalian adalah hadiahnya, bisa-bisa kalian kecewa jika awalnya kalian gagal. Dan bisa jadi kalian bosan untuk berusaha. Namun, jika dilandasi dengan tekat kalian untuk mengasah kemampuan kalian , jika kalian gagal. Ada titik dimana kalian akan terus penasaran dimana letak kegagalan itu terjadi. Dan berusaha sebaik mungkin untuk tidak megulanginya, melihat setiap langkah kesalahan kecil yang kalian perbuat. Karena tidak mungkin ada masalah besar jika masalah kecilpun tidak ada.

"Tapi lomba kan harus ada modalnya juga?"

Ya... memang kebanyakan lomba masih menggunakan sistem pembayaran, namun tak sedikit lomba yang tak memerlukan biaya pendaftaran. Mulailah dari sini.... Dengan modal seminimal mungkin, mendapatkan keuntungan sebesar mungkin. Ya terus kalian coba hingga sampai dititik dimana kalian adalah pemenangnya! Yeeeyyy.

Sudah jadi pemenang? Mendapat hadiah uang? Alhamdulillah
Mulaillah ke jenjang dimana kalian mengikuti perlombaan yang menggunakan biaya pendaftaran, karena biasanya apa yang kalian dapat juga akan lebih.

Tips nih,
1. Cari informasi sebanyak-banyaknya.
Teknologi sudah canggih, bukan alasan lagi dong untuk kurang update? Ya ya ya. Kalian bisa memfollow info lomba-lomba. Menambahkan di bookmark halaman web kalian dengan website-website perlombaan. Bisa menambah kan info lomba dari berbagai media sosial.

2.Sekiranya cari yang kurang info akan perlombaan itu
"Maksudnya gimana?" Pasti ada beberapa lomba yang orang-orang minim info tentangnya. Kalau bisa kalian harus ikut nih. Karena peluang kalian akan lebih besar!

3. Tak selamanya lomba itu resmi
Kalian tau kan sekarang juga banyak kuis-kuis yang di adakan dari beberapa pihak? Nah coba deh yang ini. Ini untuk iseng-iseng berhadiah. Kalian tinggal ikuti tata caranya. Kalia mendapatkan hadiahnya.


Ya begitulah kurang lebihnya yang dapat ku bantu. Semoga bisa membantu kalian.

Jadi bagaimana? Sudah tertarik untuk menambahkan uang saku dengan mudah? Yuk kita terpakan!




Banyak orang yang jatuh karena suatu kegagalan dan menyesalinya, tetapi ada pula yang jatuh dan berusaha untuk bangkit.

Tetapi lebih banyak orang yang merasa gagal dan terus menerus menyesalinya.

Terutama untuk para pelajar, yang menghadapi ujian dan nilainya tidak mencangkup nilai minimal yang sudah ditentukan dari sekolahnya.

Pasti sudah banyak orang yang mengalami kegagalan, terutama saat kalian sudah berusaha semaksimal mungkin dan ternyata hasil yang kalian dapat tidak sesuai dengan usaha yang kalian tempuh.
Banyak dari pelajar yang memilih jalur instan (menyontek) saat ujian. Karena sekarang yang ada difikiran mereka adalah “Gimana caranya gue bisa dapat nilai bagus,” tetapi mereka tidak memikirkan “Bagaimana caranya ilmu yang telah dipelajari bisa mereka aplikasikan dalam bentuk soal.”.

Mungkin para pelajar sudah lelah dengan kata-kata “Gimanapun hasilnya, yang penting itu hasil usaha kalian sendiri. Yang penting kalian jujur.” Kata-kata itu sudah nampak kuno bagi remaja zaman sekarang.

Tetapi hal itu bisa menjadi pertimbangan bagi beberapa orang. Tetapi pasti ada saja godaannya, salah satu yang pasti adalah ketika seseoarang melihat temannya yang sedang saling menyontek dan pasti yang ada difikiran dia adalah “Aduh gue gabisa soal ini, apa gue nyontek aja ya biar nilai bagus,” ini adalah godaan yang pasti dan terberat yang harus mereka hadapi demi menerapkan kata-kata tersebut.

Tetapi saya punya cara lain, saya sebut cara ini dengan "Rumus Kesuksesan"

Rumus kesuksesan adalah rumus yang insyaAllah menanamkan kejujuran dalam diri anda saat ujian, tetapi bukan dengan kata-kata tetapi dengan fakta.

Rumus kesuksesan yang saya terapkan saya misalkan dengan usaha kalian dalam menghadapi ujian pelajaran X. Misalnya, kalian sudah belajar semaksimal mungkin, tarulah kalian sudah berusaha 90% tetapi saat kalian terima hasilnya, kalian hanya mendapatkan 70. Berarti kalian masih mempunyai 20 lagi. 20 itu adalah nikmat Allah yang belum Allah balas langsung saat kalian ujian, tetapi 20 tersebut bisa saja Allah kasih untuk segi bahasa kalian, karir kalian bahkan jodoh kalian. Karena Allah itu Al-‘Adl (Maha Adil).


Ada sebuah kisah nyata tentang rumus sukses ini,

Sebut saja Bita (nama disamarkan)
Bita adalah murid tercerdas disekolahnya, bahkan dia selalu mendapatkan peringkat satu dikelasnya maupun diangkatannya. Setiap harinya dia selalu konsultasi tentang hal yang ia pelajari di sekolah kepada guru lesnya. Saat dia duduk di kelas 12 diapun mendapat nilai terbaik saat UN. Tapi , saat pengumuman jalur undangan, dia tidak mendapatkannya. Semua temannyapun heran, bahkan gurunya juga heran.

Tetapi dia tetap optimis dan akhirnya dia mengikuti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Tapi apa yag terjadi? DIA TIDAK DAPAT LAGI

Dia bukan tipe orang yang pesimis, dan akhirnya dia coba melalui jalur mandiri dari PTN yang ia pilih, kebetulan dia memilih UI jurusan kedokteran.  Dari jalur mandiri ini akhirnya dia diterima dengan nilai terbaik saat seleksi.

Waktu terus berjalan hingga akhirnya, waktu koas (istilah kerennyasih dokter muda, semacam menerapkan ilmu yang ia dapat dan diterapkan di rumah sakit yang sudah bekerjasama oleh universitasnya masing-masing tetapi masih dibawah pembimbing) pun tiba. Koas biasanya diterapkan dalam waktu paling cepat 1,5tahun. Tapi beda halnya dengan Bita, dia hanya membutuhkan waktu 1tahun dalam menjalani koas karena dia benar-benar telaten bahkan saat waktu dia masih masa-masa koas saja, sudah banyak rumah sakit yang menawarkan pekerjaan kepadanya.

Tetapi setelah dia sudah menyelesaikan kuliahnya dan juga sudah koas dia pun lulus dengan IP 4.0 . Dia langsung di lamar oleh seorang pria tampan,mapan dan berwibawa. Karena mereka jodoh, menikahlah keduanya. Setelah mereka menikah, akhirnya Bitapun tinggal bersama suaminya diluar negeri, walapun keduanya adalah sama-sama orang asli Indonesia dan dibesarkan di Indonesia tetapi inilah kehendak Allah. Mereka pun hidup sakinah, mawadah dan warahmah. J


Allahuakbar, dari kisah nyata diatas kita sudah bisa lihat hasil dari rumus kesuksesan.
Semoga bermanfaat dan kalian harus yakin bahwa kalian termasuk orang-orang yang sukses, tetapi ingat sukses berlandaskan kejujuran. Karena jika berbohong, 1 kebohongan bisa merembet menjadi dosa yang lain J





Let’s try and good luckJ