Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Apa Kabar Iman? Kemana Waktu
Luangmu?
Rasanya, judul itu layak untuk
membuka tulisan pertama pada tahun ini, setelah lama menghilang dari dunia
penulisan di blog ini. Hehehe.
Ya, semakin berkurangnya rutinitas
saya dalam dunia penulisan karena faktor waktu juga. Ya waktu, hal yang bisa
membuat seseorang lengah karenanya.
“Ada dua nikmat yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia
yaitu, nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang.” (HR. al-Bukhari dari Ibnu
Abbas)
Saya yakin, anda adalah orang yang
bisa menjaga waktu anda, sekalipun belum, setidaknya anda berusaha untuk selalu
memperbaikinya dan memanfaatkannya agar tak menyesal di kemudian hari kelak.
Setiap waktunya, saya selalu mencoba
hal yang baru, yang belum pernah saya geluti sebelumnya. Semakin banyak bertemu
dengan orang-orang yang menginspirasi diri, menjadi pemacu dalam semangat dan
juga menjadi panutan untuk di contoh. Terutama, mereka yang berjuang di jalan
dakwah dengan caranya masing-masing, membuat saya berfikir, mengapa mereka
sudah sehebat itu? Sedang kan saya? Kemana waktu luang saya? Mengapa saya belum
bisa menjadi seperti mereka? Mengapa? Mengapa? Dan mengapa yang selalu ada di
benak saya.
Kini saya ingin menceritakan suatu pengalaman saya.
Pernahkah kalian mendengar “Jika kalian punya mimpi, tulislah
mimpi itu pada selembar kertas yang mudah kalian lihat. Agar kalian tetap
semangat untuk meraihnya.”?
Sayapun menerapkan hal itu, pada
awalnya saya ragu, saya tak percaya karena apa yang saya tulis disitu pada poin
pertama dan kedua sudah tak mungkin lagi tergapai. Ya, itu adalah mimpi saya
masuk kedalam perguruan tinggi yang saya impikan. Pernahkah kalian merasakan
apa yang kalian inginkan, apa yang kalian usahakan namun belum dikabulkan pada
saat itu juga? Percayalah, Allah akan menjawabnya dengan hal yang lebih indah.
Sempat sedih untuk beberapa saat saya tak masuk perguruan tiggi yang saya
inginkan, tapi dikala kesedihan itu, kakak saya datang dan mengatakan “Kenapa
ca? Sedih? Kok sedihsih? Apa yang harus kamu sedihin coba? Seharusnya kamu bersyukur.
Berarti Allah mempercayai kamu untuk berdakwah disana dengan seorang diri dari
SMAN 68, karena teman-teman kamu khususnya ROHIS kan sudah gak sama kamu, tapi
coba kamu bayangin kalau kamu masuk ke perguruan tinggi yang kamu mau? Disana
sudah ada banyak anak ROHIS dari SMA kamu kok. Tuh makanya harus bersyukur,
karena kamu dikasih kepercayaan lebih saya Allah”. Hati ini pun tertegun
mendengar perkataan kakak saya, sayapun seakan lupa bersyukur , padahal itu
adalah hal istimewa dari Allah, dan Alhamdulillah ada yang mengingatkan saya
untuk senantiasa bersyukur dengan apapun yang kita dapati. Hal itulah yang
membuat semangat saya kembali untuk menggapai apa yang ada pada mimpi-mimpi
saya. Ya salah satu mimpi saya adalah ke rumah-Nya, dengan tahun yang saya
tuliskan disitu, entahlah saya hanya berharap, “Akankah pada tahun yang
tertera ini saya bisa datang ke rumahNya?” sesekali pertanyaan itu muncul
ketika melihat mimpi-mimpi saya. Namun hal itu menjadi kenyataan :’) Masya
Allah, terharu diri ini… Selalu ada cara dari Allah untuk menumbuhkan semangat,
mengembalikan keyakinan yang pudar, keputus asaan yang menghalangi mimpi. Ya, Alhamdulillah,
mimpi itu tercapai. Mimpi yang mempunyai campur tanganNya di dalamnya. Itu hal
yang mengembalikan semangat saya seutuhnya untuk mengejar apa yang saya
impikan, apa yang telah saya goreskan menggunakan tinta hitam pada selembar
kertas itu. Membuat saya yakin , jika memang kata-kata yang saya tuliskan
tidaklah tercapai, akan ada rahasia Allah di dalamnya. Manusia yang berencana,
Allah yang menghendaki.
Percayalah kawan, akan mimpi-mimpi
yang kalian inginkan, tentunya selalu dengan bersamaNya, karena pada hakekatnya
semua ini milikNya, dan akan kembali kepadaNya, jika ingin dipermudah , maka
dekatkan Pemiliknya.
Allahua’Jurni Fii Musibati, Wa Akhlifli Khairan Minha.
Ya Allah berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti
yang lebih baik daripadanya
Ada pembelajaran dari hal ini, yaitu
keputus asaan, tak sepantasnya keputus asaan hadir dalam diri ini. Dan banyak
hikmah yang selalu didapat, terutama harus selalu bersyukur dengan apapun yang
kita alami sekarang. Karena ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi
hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok. Bersiap dan
berbuatlah, jangan menunggu datangnya esok hari, karena bisa jadi engkau tidak
bisa berbuat apa-apa di esok hari. Bersiap dan berbuatlah hari ini, rencanakan
dan kerjakan setiap hal-hal kecil yang ingin dilakukan. Selagi raga mampu
bergerak, diri masih bisa bernafas tak ada alasan bagi kita untuk malas. Sungguh
nikmat dan rahmat Allah begitu luas. Ketika ada niat maka lakukanlah, ketika
ada ide maka realisasikan, dan ucapkan bismillah setiap memulai pekerjaan agar
jadi berkah.
Iman layaknya hp yang kadang cepat
kadang lama, maksudnya kadang naik kadang turun, hehe. Iman pun harus selalu di
upgrade ya ! Salah satu cara untuk menguatkan iman, ya tentunya berteman dengan
teman yang dimana, kita akan senantiasa mengingat Allah, ya semua itu terjalin
dalam dekapan ukhuwah. Mempunyai tujuan yang sama, yaitu berdakwah.
Berbicara dakwah lagi, dalam dakwah
akan banyak yang akan engkau jumpa, namun niat karena Lillah akan membuatnya
segalanya jadi indah dan bermakna. Sebesar apa pun hambatan dan problema,
jangan putus asa. Perbaiki diri, mungkin pribadi kita yang salah dalam memaknai
dakwah.
"Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah,
niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."-QS.Muhammad ayat
7
Ayat itulah yang membuat kaki ini
selalu berjalan di jalanNya, rasa lelah menjadi Lillah dan semangat tak pernah
pudar. Janji yang tertera di kitab suci itu tak mungkin dan tak akan di
pungkiri. Ya saya yakin, selelah apapun diri ini, namun jika semua karenaNya
akan terasa indah. Fi amanillah wa fi hubbillah sahabat ^^
Kenapa perjuangan itu indah? Karena ada niat yang harus
senantiasa
diluruskan dan diperbaharui, ada pengorbanan yang
harus terus dilakukan , juga
ada cinta yang selalu
meminta untuk dibuktikan, cinta kepada Nya.
meminta untuk dibuktikan, cinta kepada Nya.



