Hidupku penuh dengan mimpi namun entah mulai kapan aku sadar
bahwa aku harus bergegas untuk bangun dan merealisasikan mimpi itu. Mungkin,
saat tahun ini, disaat kesadaran itu mulai tumbuh. Namun, apalah aku yang bukan
siapa-siapa. Alhamdulillah, di tahun
2016 dengan segala ketidak berdayaannya diriku dimata Sang Pencipta sudah
terealisasikan dan dikabulkan oleh Allah 8 impian dari banyaknya impian lainnya
yang ku tuangkan di sebuah kertas, sayangnya ada rutinitas yang menjadi target
namun belum terealisasikan. Salah satu contohnya adalah menulis blog dalam
jumlah yang tak bisa ku sebutkan disini, ya awalnya itu targetku di 2016. Tapi sayang,
aku belum bisa memenuhi targetku sendiri.
Banyak pula niat untuk segera merealisasikan mimpi-mimpi yang
ada, namun dengan segala kekuranganku akupun berusaha untuk memenuhinya. Niat
yang telah aku ikrarkan untuk diriku dan negeri ini. Namun sudah seberapa jauh
aku melangkah? Sudah seberapa manfaatkah diriku untuk sesama? Seberapa besar dedikasih diri ini untuk tanah
air tercinta? Dan sudah berapa kali aku mewarnai hidup orang disekitarku?
Entahlah, biar Allah yang tahu. Tapi disini aku mencoba dengan sebaik-baiknya
apa yang aku bisa, karena ku yakin, tidak ada yang melakukan hal sia-sia untuk
apa yang mereka berikan untuk orang lain.
Banyak pelajaran di tahun 2016, walaupun memang ada yang
hilang di tahun ini. Namun Allah memang tahu bagaimana cara membuat hambaNya
bahagia, membirakan orang-orang disekitar yang selalu membawa kebahagian dikala
ingatan itu kembali datan. Meskipun sudah banyak yang menyadari bahwa di tahun
ini, ada yang berbeda dariku. Namun satu hal yang harus kita ingat, bahwa
dibalik alas an seseorang, tersimpan alas an lainnya yang membuat dia melakukan
hal yang tidak biasa.
Semakin banyak bertemu orang baru di tahun 2016 ini, semakin
menyadari bahwa diri ini bukanlah siapa-siapa melainkan seonggok daging yang
diberi kekurangan dan kelebihan oleh Allah SWT. Banyak bertemu orang, belajar
dari sesama dan berbagi kepada sesama mengajarkan ku untuk membuat hidup lebih
bahagia dengan cara membahagiakan orang lain. Banyak pelajaran hidup yang aku
temui dan aku pelajari dari orang-orang disekitarku, merasakan menjadi mereka
dari berbagi kisah dan rasa lainnya, termasuk rasa kebahagian.
Banyak kisah dari suka dan duka yang dilewati di tahun 2016
ini. Banyak pula teman baru yang sebelumnya, akupun tak menyangka bahwa akan
sedekat ini kepada mereka. Dari berbagai macam, ada yang sama-sama suka untuk
kegiatan pengembangan diri, lomba dan lainnya. Tanpa ku sebutkan satu persatu
disini, ku harap kalian tau.
Terimakasih yang telah mengukir kebahagian serta suka duka
bersama Marsha di tahun 2016. Terimakasih pula yang telah mengajarkan tentang rasa berbagi kepada sesama, dan yang telah meotivasi dan menjadi inspirasi. Maaf kan jika ada kesalahan yang membuat kalian
kecewa pada diri ini. Namanya juga manusia hehe.
Sudah siapkah engkau melanjutkan mimpi-mimpimu yang belum
terealisasikan? Ingatlah, di pundak kalian, ada tanggung jawab yang besar. Di
tangan kalianlah, digenggam harapan-harapan bangsa. Dan di mimpi kalian lah
cita-cita digantungkan. Jangan minta diringankan bebanmu, tapi mintalah
dikuatkan pundakmu.
Apa
niat yang kau ikrarkan dibalik mimpi-mimpimu untuk negeri ini?
Pejamkan
matamu dan jawablah.
Tunjukkan
dengan kontribusimu bahwa aku dan kamu bisa menjadi salah satu orang yang dapat
merubah dunia dimasa depan.
Setiap pemimpin ada masanya, dan setiap masa ada
caranya.
Begitulah yang pasti terjadi, semua pemimpin akan
silih berganti dan akan terus seperti itu. Semua orang terlahir untuk menjadi
seorang pemimpin, tentunya untuk memimpin dirinya sendiri. Semua orang pun
berkesempatan untuk menjadi pemimpin untuk orang disekitarnya, namun tak semua
orang memiliki jiwa kepemimpinan. Lantas seperti apakah pemimpin yang ideal?
Sebelum membahas lebih
lanjut tentang seperti apakah pemimpin ideal, ada baiknya kita tahu terlebih
dahulu pemimpin itu apa, menurut KBBI pemimpin adalah orang yang memimpin,
petunjuk; buku petunjuk (pedoman) . Setelah kita paham dari makna pemimpin itu sendiri, dapat diartikan bahwa
pemimpin itu adalah sosok karakter yang dijadikan pedoman untuk sesamanya,
untuk anggotanya dan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Tiap-tiap jiwa
pemimpin, memiliki cara peng-implementasian yang berbeda. Orang-orang pun memiliki
cara pandang sendiri untuk menilai
sebuah pemimpin. Namun memang ada beberapa karakter yang harus ada di dalam
jiwa pemimpin.
Karakter itulah yang
akan menjadikan ciri khas mereka dalam memimpin, menjadikan diri mereka menjadi
berwiba, menjadikan diri mereka yang dijadikan teladan untuk bertindak.
Tentunya menjadi seorang pemimpin bukan hal yang mudah, karena dipundaknyalah
tanggung jawab yang besar, ditangannya lah digenggam harapan-harapan orang
disekitarnya dan di mimpinya lah cita-cita orang disekitarnya digantungkan. Yang
perlu diingat bukan bagaimana ia memimpin tapi apa yang ia lakukan saat
kepemimpinannya, kebijakan yang ia keluarkan bahkan satu kata yang ia lontarkan
akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.
Apakah seorang pemimpin
ideal adalah yang memiliki kekayaan secara materi? Atau mungkin pemimpin ideal
itu adalah mereka yang memiliki nilai tertinggi saat mengenyam pendidikan?
Tentu saja bukan itu, semua itu bukan sebuah tolak ukur.
Seorang pemimpin ideal adalah
mereka yang dapat menjadi inisiator pertama yang dapat menyelesaikan setiap
permasalahan yang dihadapi, tak memandang permasalahan itu datang dari masa lalu, masa kini bahkan untuk masa depan
pun haruslah seorang pemimpin dapat menyelesaikannya. Mereka-mereka lah yang
mempunyai dedikasi tinggi untuk apa yang mereka pimpin, yang merendahkan ego
mereka demi terciptanya keharmonisan antar sesama anggotanya.
Talk is cheap, but action
is priceless. Berbicara itu murah, namun
amal perbuatannya tidak ternilai harganya. Itu yang menjadi patokan seorang
pemimpin dalam berucap, tak mudah mengucapkan sebuah keputusan namun setiap
tindakannya adalah nilai yang tak ternilai. Tindakan yang ia lakukan
menjadikannya sebuah panutan, perkataannya yang membuat mereka dipercaya dan
dedikasi tinggi serta rasa mengayomi mereka yang membuat orang disekitarnya
nyaman dengan masa kepemimpinannya. Kehadirannya dinantikan dan keperginnya ditangisi.
Tentunya untuk menjadi
pemimpin ideal, tiap-tiap jiwa mereka harus terdapat sifat kepemimpinan, ada
pun 5 level untuk jiwa kepemimpinan itu
sendiri adalah sebagai berikut:
1.Position, people follow because they have to.
2.Permission,
people follow because they want to.
3.Production, people follow because of what you have
done for the organization.
4.People Development, people follow because of what you
have done for them.
5.Pinnacle, people follow because of who you are and
what you represent.
Lantas sudah sejauh apakah jiwa kepemimpinan yang
ada di diri kita? Saya yakin, kitalah generasi penerus yang akan menjadi
pemimpin, baik menjadi pemimpin diri sendiri maupun mempin khalayak umum. Ideal
atau tidaknya kepemimpinanmmu, kamu sendiri yang menentukannya.
Referensi:
John C Maxwell, Center Street, 2011, What are the 5
Levels of Leadership? , http://johnmaxwellonleadership.com
Felix Siauw, How
to master your habits
Pemimpin Ideal adalah mereka
yang dapat mencetak pemimpin-
pemimpinn selanjutnya untuk menghadapi berbagai
permasalahan
Menjadikan Indonesia yang
cemerlang adalah salah satu cita-cita Bangsa Indonesia untuk generasi saat ini.
Cemerlang saja tak cukup, jika tidak dilandasi dengan rasa ketakwaan kepada
Allah SWT. Salah satu cara menjadikan Indonesia menjadi Negara dengan penduduk yang cemerlang adalah dengan
membangun generasi Quran. Generasi Quran atau yang kerap disebut dengan
generasi Qurani telah menjadi hal yang umum, namun apa jadinya jika generasi
Qurani itu berasal dari saudara-saudara kita yang membutuhkan? Senang bukan
rasanya?
Sebelumnya
perkenalkan nama saya Marsha Dwizashista Sakinah, lahir di Jakarta, 10
September 1997 yang kini sedang mengenyam pendidikan sebagai Mahasiswi aktif
Desain Grafis di Politeknik Negeri Jakarta. Tinggal dan hidup bersama nenek
sejak SMP di kota Jakarta membuat saya berfikir dan bekerja keras untuk menjadi
orang yang bermanfaat bagi orang lain, walaupun saya anak terakhir dari dua
bersaudara tidak mengurungkan niat saya untuk membawa suatu perubahan demi
kebahagian orang-orang disekitar saya. Aktivitas dan rutinitas saya selain
menjalankan pembelajaran di kampus adalah melaksanakan amanah saya sebagai
Anggota Komisi 2 MPM PNJ (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Politeknik Negeri
Jakarta) dan komunitas di luar sana untuk wadah pembekalan saya. Setiap hari
liburnya, saya selalu mengagendakan dan menyempatkan waktu untuk keluarga dan mengupgrade
diri dengan liqo serta mengikuti seminar motivasi atau hal lainnya.
Tak cukup sampai disitu, saya sadar bahwa kini sudah saatnya
mempunyai cita-cita yang tak hanya untuk waktu beberapa tahun yang akan datang,
namun 10 bahkan 20 tahun ke depan, karena kami adalah generasi penerus di Abad-21,
dimana saya yakin bahwa abad 21 sebagai zaman kecemerlangan Indonesia, termasuk
muslim Indonesia. Untuk itu saya pun memiliki cita-cita dan tekad untuk bumi
pertiwi, Indonesia.
Tentunya rasa cinta saya kepada Indonesia dan
kontribusi yang akan saya berikan kepada Indonesia semua berlandaskan QS.
Muhammad ayat 7. Kontribusi yang akan saya berikan untuk Indonesia berawal dari
mirisnya melihat saudara sesama muslim dalam keadaan kurang mampu, sedangkan
banyak pula diantara saudara muslim lainnya yang sedang bersenang-senang ria.
Menurut info dari www.voa-islam.com
Indonesia termasuk salah satu dari Negara Muslim termiskin di dunia. Miris dan
sungguh teriris hati ini saat membacanya. Dari situlah tekad diri ini untuk
membuat kesejahteraan muslim di Indonesia menjadi lebih sejahterah.
Negara di Asia Tenggara ini disebut sebagai tanah
dengan populasi Muslim tertinggi. Persentase Muslim Indonesia mencapai hingga
12,7 persen dari populasi dunia. Dari 205 juta penduduk Indonesia, dilaporkan
sedikitnya 88,1 persen beragama Islam. Dari data tersebut, membuktikan
bahwasannya tak sedikit saudara muslim kita yang masih membutuhkan bantuan
kita. Rasulullah pun telah mengajarkan kita untuk saling tolong melong.
Melihat
data tersebut, saya pun memiliki tekad dan mimpi untuk kesejahteraan
saudara-saudara muslim saya. Saya
mempunyai tekad untuk membuat muslim di Indonesia mendapatkan
kesejahterahannya. Bukan hanya kesejahteraan materi, namun kesejahteraan rohani
yang menjadi salah satu goalsnya. Karena saya yakin pada hakikatnya,
kesejahteraan bukan hanya dari segi materi saja, namun rohani yang tentram adalah
kesejahteraan sesungguhnya.
Untuk
mendapatkan kesejahteraannya, saya memiliki program pengembangan diri. Bukan
pengembangan diri biasa, karena yang seperti itu sudah biasa tentunya, namun
untuk program yang akan saya kembangkan adalah suatu cara untuk menanamkan rasa
cinta dan kasih mereka kepada Allah dan Rasul Nya, insyaAllah jika mereka sudah dekat Allah dan
Rasul membuat hati mereka tenang dan lebih banyak melakukan hal-hal positi
Semua harus diawali dengan
hal-hal kecil, hal ini akan saya awali dengan menjalankan suatu kegiatan yang
targetnya untuk anak-anak bahkan yang dewasa pun akan saya lakukan kegiatan. Sesuai
bidang saya yaitu Desain Grafis, salah satu contoh dari industri kreatif yang
ada Indonesia. Saya akan mengembangkan muslim-muslim Indonesia dengan
memaksimalkan di kreativitasnya, karena orang pintar dan cerdas sudah semakin
banyak, maka sudah saatnya dibutuhkan orang-orang yang kreatif dan berkompeten.
Dengan cara membangun rumah kreatif, yang di dalamnya, dikhususkan untuk muslim
Indonesia yang membutuhkan untuk semua umur, dan nantinya akan dikelompokan
sesuai umur mereka dan di dalamnya ada program-program yang harus mereka ikuti,
salah satu program konkretnya adalah dengan mengadakan al-masurat tiap pagi dan
petangnya, serta tahsin untuk memperbaiki bacaan dari tiap-tiap orang yang
masuk kedalam rumah kreatif. Tidak hanya dengan program itu saja, ada juga untuk
melatih dan menjadikan mereka generasi yang cemerlang dengan menyediakan ruang
baca, ruang berlatih serta ruang lainnya . Dengan tujuan, memberi kesempatan
untuk mereka menjadi unggul.
Ruang berlatih yang akan saya maksimalkan adalah
tentang agama dan bidang lingkungan. Mengapa bidang lingkungan? Karena
Indonesia terkenal akan banyaknya sampah yang menumpuk di satu titip di wilayah
tersebut, dan untuk menangulanginya saya akan memaksimalkan siapa saja yang
berada di rumah kreatif nantinya dapat menjaga lingkungan,, dan tidak hanya
sebatas menjaga lingkungan saja, namun dapat mendaur ulang jika sewaktu-waktu
mereka menemukan sampah.
Rumah
kreatif ini nantinya akan dipisah anatara rumah kreatif ikhwan dan rumah kreatif
akhwat, agar menanamkan nilai-nilai bahwa hijab itu perlu dan membuat mereka
terbiasa untuk senantiasa menjaga diri mereka. Rumah kreatif ini akan tersebar
di seluruh penjuru Indonesia yang akan mewadahi mereka diluar sana untuk
mendapatkan kesejahteraannya, seperti yang saya paparkan sebelumnya, kesejahteraan
yang juga berasal dari diri tiap-tiap orang di rumah kreatif.
Saya
yakin, Indonesia serta muslim Indonesia akan semakin membaik, jika tiap-tiap
dari diri mereka telah tertanamkan niat yang tulus, pibadi unggul dan generasi
Qurani. Jika masyarakat dalam negaranya saja sudah dekat dengan
Allah Yang Maha Pemberi, maka mudah bagiNya untuk memberikan kesejahteraan pada
rakyat Indonesia.
Sumber Data : http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/05/27/noywh5-inilah-10-negara-dengan-populasi-muslim-terbesar-di-dunia
Siapa yang belum pernah merasakan mimpi? Ah..
Ku pikir semua orang pernah mersakannya. Namun, mimpi disini, mimpi dalam artian
cita-cita dan impian kita. Bukan mimpi yang hanya sekedar kembang tidur saja.
Sebelum membahas ini, pernahkah kalian
mendengar, bahwasannya
“Jika
kalian memiliki mimpi, ataupun target. TULIS lah hal itu. Tulis dan tempel
di tempat yang sering kalian jumpai.”
Saya
mengetahui hal itu sejak saya ada di bangku SMA, dan sayupun mulai mencoba cara
itu.
Jujur, pernah ada rasa kecewa saat impian saya
yang saya tuliskan pada poin pertama dan kedua tidak akan terjadi lagi, dan tak
mungkin terjadi, yaitu masuk ke universitas yang saya impikan dengan tahun dan
cara masuk yang saya impikan. Sempat meragukan list 100 mimpi-mimpi saya yang
lain, sempat merasa apa yang saya lakukan hanyalah sebuah hal yang sia-sia.
Namun ada impian yang menuliskan “Umroh 2016” saat melihatnyapun, saya berfikir, “apakah ini
akan tercapai?” yang poin satu dua saja sudah tidak mungkin tercapai. Tapi
saya tetap menguatkan apa yang ada di dalam hati saya, bahwasannya saya ingin
sekali diundang untuk datang ke rumahNya dan menghabiskan suka duka saya
disana.
Waktupun terus berlalu, sampai tiba saatnya
waktu yang ada di impian saya tiba, dan…………
Ini menjadi kenyataan,
hari-hari sayapun diisi dengan penuh tangisan haru, betapa diri ini sungguh
berdosa. Sempat meragukan apa yang di berikan olehNya, untuk tujuan hidup ini.
Diri ini sempat kecewa, karena tidak dapat masuk kedalam universitas yang di
impikan. Namun jalan Allah lebih indah.
Bukan berarti saat salah satu impianmu tak
dapat kau gapai, semua mimpimu juga tak akan dapat kau gapai. Itu semua salah
besar.
Mengapa
saya dapat mengatakan seperti itu? Ya karena saya pernah mengalami diposisi
itu.
Allah Maha Mengetahui tiap-tiap hati hambaNya.
Jujur saat saya di panggil untuk menjadi tamuNya, itu dikala saya tak sanggup
lagi berkata-kata, untuk cerita ke orangpun tak mampu. Dan Alhamdulillah, saya
berkesempatan untuk menceritakan apa yang saya rasakan, langsung kepadaNya,
dirumahNya.
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang
engkau dustakan?”
Disanipun, saya berbeda dengan orang
kebanyakan. Dimana semuanya bersama keluarganya, disini saya sendiri. Benar-benar
saya merasa, ini saatnya saya sama Allah. Hanya kami berdua. Melupakan sejenak
apa yang ada di dunia. Fokus pada tujuan akhir nanti.
Okee
kembali lagi ke massa dimana saya ada niatan untuk kesini…… ke rumah Allah ….
Ke tempat yang mulia.
Ingat sekali, Ramadhan 1435H kurang lebih 2
tahun lalu, saya diajak i’tikaf oleh teman, sahabat sekaligus orang-orang yang
sudah saya anggap keluarga saya sendiri, yaitu ROHIS 68. Ini kali pertama saya I’tikaf
bersama teman-teman saya, dikala itu ikhwan yang menjadi pelopor untuk mengajak
I’tikaf, kalau akhwat mah ayo aja, tapi namanya juga akhwat pasti ada
kendalanya, yaitu di perizinan/hayooo ancung siapa yang merasakan hal yang
sama/ . Hehehe. Sayapun merasakan hal yang sama. Dan kala itu di malam ke-27,
malam jumat dan pada siang harinya, ada suatu pengumuman yang mengatakan
Indonesia khususnya Jakarta akan rusuh, tapi itu tak membuat tekad kami gentar,
dan ingat betul… Perkataan saya dikala mengajak I’tikaf saudara-saudara di
rohis 68 lainnya menggunakan kata-kata “Berawal dari masjid-masjid
Jakarta, berakhir di Masjidil Haram”kalimat itu
yang selalu saya ucapkan, mungkin ada pula yang sampai bosan mendengarkan saya
selalu mengucapkan itu. Karena prinsip
kami waktu itu, sebelum menemukan masjid yang benar-benar membuat nyaman seperti
sekarang, ya kami I’tikaf ke masjid-masjid yang berbeda di tiap malamnya. Eh
saat nemuin yang pas , jadilah di tempat itu sampai sekarang.
Nah setelah bulan Ramadhan berlalu, dapat kabar
bahagia, kalau beberapa saudara di Rohis 68 telah diundang untuk ke rumahNya,
dikala itu saya sungguh senang, namun sayapun selalu bertanya, kapan diri ini
akan diundang untuk datang ke Baitullah, setiap saya berkesempatan untuk melihat
tv, saya selalu menonton siaran langsung dari Makkah, padahal hanya
memandangnya hanya dari TV, tapi lagi-lagi saya menangis. Memang saya payah
kalau udah urusan sedih-sedihan hehehe. Untuk sedikit menghibur diri, sayapun
menaruh harapan saya, doa saya , serta perasaan yang saya alami, saya tuangkan
dalam sebuah tulisan, https://marshazashista.wordpress.com/2014/12/13/panggilan/
Ingat betul, kala itu disaat teman-teman saya
kesana, karena bukan hanya seorang dua orang saja diwaktu yang bersamaan, tak
jarang mereka saling berjumpa di Baitullah, indah bukan ketika bertemu teman
seperjuanagan di rumah Allah? Itu membuat saya semakin sedih… Dan saya selalu
meminta foto aktifitas mereka disana….. Dan hal inilah yang membuat saya
menuliskan “Umroh 2016” masuk dalam list mimpi saya. Memang tidak
saya cantumkan tanggal dan bulan persisnya, karena ini semua adanya campur
tangan Allah…….
Sempat saya singgung saya berangkat sendiri
pada awal tulisan ini, sepertinya inipun salah satu karena ucapan saya. Dulu di
SMA saya, ada program untuk umroh, bersama guru, namun kala itu saya tidak diizinkan
oleh orangtua karena saya akan berangkat sendiri nantinya(tanpa wali yang
mendampingi maksudnya). Tapi ya namanya juga mau, jadi saya bilang “Gapapa
kok mah, pah, aku sendiri aja kesananya. Kan ada Allah yang jagain aku”, eh
saat mimpi jadi kenyataan, omongan pun menjadi doa, dan omongan yang saya
lontarkan menjadi kenyataan pula bahwasannya , saya pergi sendiri. Tapi dari keseluruhan kisah saya kali ini, kini sayapun memahami,
Bahwasannya
bukan dimana kita mengenyam pendidikan, tapi seberapa serius kita dalam
mengenyamnya. Entah jadi apa engkau nanti, tapi semua dilatih sejak kini. Entah
apa impianmu, kuharap masih ada harapan besar untuknya, selalu mengikhlaskan
dalam setiap langkah perjalanan. Jangan pernah kecewa saat impian tak menjadi
kenyataan dan selalu ingat bahwasannya setiap perkataanmu adalah doa.
Ini film kita. Kita yang modalin,
kita yang buat, dunia yang nonton!
Kalimat itu yang menunjukkan
bagaimana perjuangan pembuatan film ini, film yang patut diberi apresiasi. Dari
sisi pemain, hingga sinematografinya pun sangat layak untuk diberi apresiasi.
Jujur saja, baru kali pertama saya melihat produksi film Indonesia yang
pengambilan gambarnya sungguh baik.
“KMGP itu apasih? Kok namanya
singkat banget?”
Itu lho…. Film Ketika Mas Gagah
Pergi. Film yang inspiratif, dan cocok banget buat jadi tontonan keluarga,
sahabat-sahabat dan orang yang anda cintai lainnya J yuk sebelumnya bagi yang belum menonton, lebih baik liat trailernya
dulu nih
Film ini, diangkat
dari karya novelis Indonesia yaitu bunda Helvy Tiana Rosa. Lebih dari 20 tahun
novel itu sudah dicetak, dan Alhamdulillah kini novel itu dapat dijadikan film.
Tentunya perjuangan belum berakhir
setelah film itu selesai, namun perjuangan itu kembali di uji. Kejadian itu terjadi ketika akan nonton bareng sebelum ditayangkan serentak di
bioskop , yang sebelumnya dijadwalkan tanggal 15 , 16 dan 17 Januari dibatalkan
untuk tanggal 16 dan 17nya dikarenakan satu dan lain hal, yang tanggal 15 tetap
berjalan, karena itu gala premiernya.
Baiklah setelah tau sekilas tentang KMGP , langsung
aja cek keseruan dari filmnya,
Ya film ini
sungguh menunjukkan hubungan adek kakak yang sungguh dekat, dan mereka memiliki
keluarga kecil yang sungguh bahagia. Namun seketika kebahagian itu seakan
menghilang saat ayah dari Mas Gagah Perwira Pratama (Hamas Syahid Izzudin)
meninggal, adiknya Gita Ayu Pratiwi (Aquino Umar) selalu sedih jika mengingat
almarhum ayahnya, namun karena kehadiran kakaknya membuat ia tak sedih lagi.
Karena menurutnya mas Gagah memiliki seluruh peran ayah, sahabat dan segalanya
baginya. Sungguh indah kedekatan mereka, mereka sangat mendapatkan chemistrynya
, dan jika anda perhatikan dengan baik-baik, mereka terlihat dekat layaknya
adek dan kakak namun tak ada sekalipun kontak fisik. Bravo.
Beberapa bulan
setelah kepergian ayahnya, kini mas Gagah mendapatkan tugas untuk menyelesaikan
skripsinya dan ia harus pergi ke Ternate. Awalnya Gita tak setuju, karena ia
tak bisa berada jauh dari kakaknya, namun pada akhirnya ia mengizinkan
kepergian kakaknya.
Namun apa yang
terjadi? Setelah kakaknya pulang, perubahan yang drastis terjadi pada dirinya. Gitapun heran dan merasa asing dengan sosok kakak
yang selama ini menjadi panutannya. Ia pun tak setuju dengan hijrah yang
dilakukan kakaknya. Hijrah kakaknya ini terjadi , karena suatu kecelakaan di
Ternate dan akhirnya ia ditolong oleh Kyai Ghufron. Seorang yang merubahnya
dari lelaki gaul yang nyaris sempurna menjadi ikhwan seutuhnya.
Gitapun merasa
kesal dengan perubahan kakaknya dan biasanya ia diantar jemput oleh kakaknya,
ia lebih memilih untuk naik kendaraan umum, dengan tujuan agar mendapatkan
ketenangan sejenak.
Eh….. Tapi bukan
berarti rasa kesal Gita hilang dan ketenangan ia dapat ya, karena di bus ini
Gita malah bertemu dengan sosok Yudhistira Arifin(Masaji Wijayanto) , seorang
pemuda yang memutuskan berdakwah dari satu kendaraan umum ke kendaraan umum lainnya.
Walaupun ia berlatar belakang orang yang mampu namun itulah pilihannya.
MasyaAllah, hebatnya Yudhi ini yang mampu menegakkan agama Allah dalam kendaraan
umum dan apa yang ia lakukan semata-mata hanya untuk mendapatkan ridha-Nya. Sosok
Yudhipun lagi-lagi berhasil membuat seorang Gita geram dengan apa yang terjadi pada
sekitarnya, ia pun menceritakan kepada sahabatnya.
Di sisi lain, mas Hamas sedang pergi
ke suatu pemukiman dan ia diganggu oleh pereman, Alhamdulillah ia dapat
melawannya. Dan ya, setelah itu ia meminta maaf kepada preman-preman tadi atas
apa yang telah ia lakukan “Kenapa Mas Hamas yang minta maaf? Kan dia yang di
ganggu.” Ya semua itu karena dalam islam kita tidak pernah diajari untuk
dendam satu sama lain. Setelah berbincang dengan preman tadi, ternyata ada
niatan baik yang melandasi pereman itu berbuat yang tidak baik. Mereka
melakukan itu semua , untuk membuatkan rumah untuk menampung anak-anak yang
kekurangan. Mengetahui itikad baik yang dilakukan preman tersebut, mas Gagah
tanpa fikir panjang ia mendanai semuanya. Asalkan preman tadi bertaubat dan
tetap istiqomah. Setelah menabung dari
hasil kerja kerasnya, ia memberikan nama rumah yang ia dirikan untuk menampung
anak-anak disekitar pemukiman itu dengan nama Rumah Cinta
Kian hari Gita
semakin sering bertemu dengan sosol Yudhi dan pada akhirnya, suatu musibah
menimpa Gita, yaitu kecopetan, namun aksi pencopetan itu gagal karena Yudhi
membantu mengambil kembali barang yang akan dicopet. Gita pun baru sadar bahwa
ternyata kebaikan yang Yudhi tebarkan adalah tulus. Sesaat ia ingin
menyampaikan ke sahabatnya atas apa yang ia alami dan ternyata alhamdulillah
sahabatnya Gitapun berhijrah dari yang tidak mengenakan kerudung dan akhirnya memutuskan
untuk mengenakannya. Wah Gita tambah geram bangetnih. Hehehe.
Ibunya mas Gagah
pun datang ke rumah cinta, rumah penampungan anak-anak sekitar
pemukiman preman tadi, dan dia disana sungguh kagum dengan apa yang telah mas
Gagah perbuat, ia pun diberikan kerudung oleh salah satu masyarakat yang
tinggal di rumah cinta itu. Itu yang membuat hatinya bergetar semakin dahsyat.
Dan sesampainya di rumah ia akhirnya memiliki keinginan untuk mengenakan
kerudung. Gitapun mengetahui keinginan ibunya ini, semakin geram lah perasaan
dia.
Lantas apa yang
akan terjadi kepada diri Gita setelah lelah melihat sekitarnya yang telah
berhijrah? Akankah Gita juga akan berhijrah? Dan apakas mas Gagah tetap
istiqomah dalam jalan yang ia pilih? Temukan jawabannya di KMGP The Movie 2.
Yuk kita lihat dulu trailernya .
Ya setelah melihat keseruan trailer
KMGP The Movie 2, kini saatnya melihat keseruan nontin bareng KMGP :
Nonton di hari pertama KMGP, 21 Januari 2016 . Bareng ummi dan sahabat-sahabat.
(Gading)
Bersama Reza, salah satu pemeran sahabatnya mas Gagah saat menjadi ikhwan.
(Gading)
Nobar bareng bunda Helvy, dek Nadya dan teman-teman SMPnya bunda Helvy.
(Gading)
Bersama Ali Syakieb, teman dan juga saudara.
(Blok M Square)
Nobar bersama Mas Gagah (Hamas)
(Blok M Square)
Bersama bunda Helvy (lagi) :D
(PIM 1)
Sekarang bersama bunda Helvy dan mas Hamasnya, kali ini nonton bersama adek-adek ROHIS SMAN 68 Jakarta
(PIM 1)
Edisi menunggu filmnya mulai nih, masih bersama bunda Helvy.
(Depok Town Square)
Keseruan Nobar KMGP bersama bunda Helvy. (Depok Town Square)
Masih dengan keseruan Nobar KMGP bersama bunda Helvy.
(Depok Town Square)
Edisi Menjadi Pejuang KMGP
Beberapa isi goody bag dari KMGP dan ACT nih.
Mau tahu
selengkapnya tentang KMGP? Yuk bisa cek di www.kmgpthemovie.com
atau mau ikut serta dalam menulis review KMGP? Untuk info lebih lanjut bisa cek
di www.flp.or.id
Yuk kawan, setelah menonton film ini
tentunya banyak yang terinspirasi dan ingin menjadi lebih baik lagi, saatnya
kita hijrah kawan! “Hijrah itu pindah, berubah, saudaraku! Move on! Ya...
move on!!! Moving on where? Allah says yessss! Yessss ke sesuatu yang lebih
baik!!! Yess meninggalkan kemaksiatan dan kemungkaran, dalam hati, perkataan
dan perbuatan” – Yudhi.
Yuk untuk yang belum nonton, langsung saja ke bioskop kesayangan anda.
Rasanya, judul itu layak untuk
membuka tulisan pertama pada tahun ini, setelah lama menghilang dari dunia
penulisan di blog ini. Hehehe.
Ya, semakin berkurangnya rutinitas
saya dalam dunia penulisan karena faktor waktu juga. Ya waktu, hal yang bisa
membuat seseorang lengah karenanya.
“Ada dua nikmat yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia
yaitu, nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang.” (HR. al-Bukhari dari Ibnu
Abbas)
Saya yakin, anda adalah orang yang
bisa menjaga waktu anda, sekalipun belum, setidaknya anda berusaha untuk selalu
memperbaikinya dan memanfaatkannya agar tak menyesal di kemudian hari kelak.
Setiap waktunya, saya selalu mencoba
hal yang baru, yang belum pernah saya geluti sebelumnya. Semakin banyak bertemu
dengan orang-orang yang menginspirasi diri, menjadi pemacu dalam semangat dan
juga menjadi panutan untuk di contoh. Terutama, mereka yang berjuang di jalan
dakwah dengan caranya masing-masing, membuat saya berfikir, mengapa mereka
sudah sehebat itu? Sedang kan saya? Kemana waktu luang saya? Mengapa saya belum
bisa menjadi seperti mereka? Mengapa? Mengapa? Dan mengapa yang selalu ada di
benak saya.
Kini saya ingin menceritakan suatu pengalaman saya.
Pernahkah kalian mendengar “Jika kalian punya mimpi, tulislah
mimpi itu pada selembar kertas yang mudah kalian lihat. Agar kalian tetap
semangat untuk meraihnya.”?
Sayapun menerapkan hal itu, pada
awalnya saya ragu, saya tak percaya karena apa yang saya tulis disitu pada poin
pertama dan kedua sudah tak mungkin lagi tergapai. Ya, itu adalah mimpi saya
masuk kedalam perguruan tinggi yang saya impikan. Pernahkah kalian merasakan
apa yang kalian inginkan, apa yang kalian usahakan namun belum dikabulkan pada
saat itu juga? Percayalah, Allah akan menjawabnya dengan hal yang lebih indah.
Sempat sedih untuk beberapa saat saya tak masuk perguruan tiggi yang saya
inginkan, tapi dikala kesedihan itu, kakak saya datang dan mengatakan “Kenapa
ca? Sedih? Kok sedihsih? Apa yang harus kamu sedihin coba? Seharusnya kamu bersyukur.
Berarti Allah mempercayai kamu untuk berdakwah disana dengan seorang diri dari
SMAN 68, karena teman-teman kamu khususnya ROHIS kan sudah gak sama kamu, tapi
coba kamu bayangin kalau kamu masuk ke perguruan tinggi yang kamu mau? Disana
sudah ada banyak anak ROHIS dari SMA kamu kok. Tuh makanya harus bersyukur,
karena kamu dikasih kepercayaan lebih saya Allah”. Hati ini pun tertegun
mendengar perkataan kakak saya, sayapun seakan lupa bersyukur , padahal itu
adalah hal istimewa dari Allah, dan Alhamdulillah ada yang mengingatkan saya
untuk senantiasa bersyukur dengan apapun yang kita dapati. Hal itulah yang
membuat semangat saya kembali untuk menggapai apa yang ada pada mimpi-mimpi
saya. Ya salah satu mimpi saya adalah ke rumah-Nya, dengan tahun yang saya
tuliskan disitu, entahlah saya hanya berharap, “Akankah pada tahun yang
tertera ini saya bisa datang ke rumahNya?” sesekali pertanyaan itu muncul
ketika melihat mimpi-mimpi saya. Namun hal itu menjadi kenyataan :’) Masya
Allah, terharu diri ini… Selalu ada cara dari Allah untuk menumbuhkan semangat,
mengembalikan keyakinan yang pudar, keputus asaan yang menghalangi mimpi. Ya, Alhamdulillah,
mimpi itu tercapai. Mimpi yang mempunyai campur tanganNya di dalamnya. Itu hal
yang mengembalikan semangat saya seutuhnya untuk mengejar apa yang saya
impikan, apa yang telah saya goreskan menggunakan tinta hitam pada selembar
kertas itu. Membuat saya yakin , jika memang kata-kata yang saya tuliskan
tidaklah tercapai, akan ada rahasia Allah di dalamnya. Manusia yang berencana,
Allah yang menghendaki.
Percayalah kawan, akan mimpi-mimpi
yang kalian inginkan, tentunya selalu dengan bersamaNya, karena pada hakekatnya
semua ini milikNya, dan akan kembali kepadaNya, jika ingin dipermudah , maka
dekatkan Pemiliknya.
Allahua’Jurni Fii Musibati, Wa Akhlifli Khairan Minha.
Ya Allah berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti
yang lebih baik daripadanya
Ada pembelajaran dari hal ini, yaitu
keputus asaan, tak sepantasnya keputus asaan hadir dalam diri ini. Dan banyak
hikmah yang selalu didapat, terutama harus selalu bersyukur dengan apapun yang
kita alami sekarang. Karena ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi
hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok. Bersiap dan
berbuatlah, jangan menunggu datangnya esok hari, karena bisa jadi engkau tidak
bisa berbuat apa-apa di esok hari. Bersiap dan berbuatlah hari ini, rencanakan
dan kerjakan setiap hal-hal kecil yang ingin dilakukan. Selagi raga mampu
bergerak, diri masih bisa bernafas tak ada alasan bagi kita untuk malas. Sungguh
nikmat dan rahmat Allah begitu luas. Ketika ada niat maka lakukanlah, ketika
ada ide maka realisasikan, dan ucapkan bismillah setiap memulai pekerjaan agar
jadi berkah.
Iman layaknya hp yang kadang cepat
kadang lama, maksudnya kadang naik kadang turun, hehe. Iman pun harus selalu di
upgrade ya ! Salah satu cara untuk menguatkan iman, ya tentunya berteman dengan
teman yang dimana, kita akan senantiasa mengingat Allah, ya semua itu terjalin
dalam dekapan ukhuwah. Mempunyai tujuan yang sama, yaitu berdakwah.
Berbicara dakwah lagi, dalam dakwah
akan banyak yang akan engkau jumpa, namun niat karena Lillah akan membuatnya
segalanya jadi indah dan bermakna. Sebesar apa pun hambatan dan problema,
jangan putus asa. Perbaiki diri, mungkin pribadi kita yang salah dalam memaknai
dakwah.
"Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah,
niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."-QS.Muhammad ayat
7
Ayat itulah yang membuat kaki ini
selalu berjalan di jalanNya, rasa lelah menjadi Lillah dan semangat tak pernah
pudar. Janji yang tertera di kitab suci itu tak mungkin dan tak akan di
pungkiri. Ya saya yakin, selelah apapun diri ini, namun jika semua karenaNya
akan terasa indah. Fi amanillah wa fi hubbillah sahabat ^^
Kenapa perjuangan itu indah? Karena ada niat yang harus
senantiasa
diluruskan dan diperbaharui, ada pengorbanan yang
harus terus dilakukan , juga
ada cinta yang selalu meminta untuk dibuktikan, cinta kepada Nya.