Pengunjung

  Ini film kita. Kita yang modalin, kita yang buat, dunia yang nonton!

Kalimat itu yang menunjukkan bagaimana perjuangan pembuatan film ini, film yang patut diberi apresiasi. Dari sisi pemain, hingga sinematografinya pun sangat layak untuk diberi apresiasi. Jujur saja, baru kali pertama saya melihat produksi film Indonesia yang pengambilan gambarnya sungguh baik.

“KMGP itu apasih? Kok namanya singkat banget?”

Itu lho…. Film Ketika Mas Gagah Pergi. Film yang inspiratif, dan cocok banget buat jadi tontonan keluarga, sahabat-sahabat dan orang yang anda cintai lainnya J yuk sebelumnya bagi yang belum menonton, lebih baik liat trailernya dulu nih



            Film ini, diangkat dari karya novelis Indonesia yaitu bunda Helvy Tiana Rosa. Lebih dari 20 tahun novel itu sudah dicetak, dan Alhamdulillah kini novel itu dapat dijadikan film.

Tentunya perjuangan belum berakhir setelah film itu selesai, namun perjuangan itu kembali di uji. Kejadian itu terjadi ketika akan nonton bareng sebelum ditayangkan serentak di bioskop , yang sebelumnya dijadwalkan tanggal 15 , 16 dan 17 Januari dibatalkan untuk tanggal 16 dan 17nya dikarenakan satu dan lain hal, yang tanggal 15 tetap berjalan, karena itu gala premiernya.

Baiklah setelah tau sekilas tentang KMGP , langsung aja cek keseruan dari filmnya,

            Ya film ini sungguh menunjukkan hubungan adek kakak yang sungguh dekat, dan mereka memiliki keluarga kecil yang sungguh bahagia. Namun seketika kebahagian itu seakan menghilang saat ayah dari Mas Gagah Perwira Pratama (Hamas Syahid Izzudin) meninggal, adiknya Gita Ayu Pratiwi (Aquino Umar) selalu sedih jika mengingat almarhum ayahnya, namun karena kehadiran kakaknya membuat ia tak sedih lagi. Karena menurutnya mas Gagah memiliki seluruh peran ayah, sahabat dan segalanya baginya. Sungguh indah kedekatan mereka, mereka sangat mendapatkan chemistrynya , dan jika anda perhatikan dengan baik-baik, mereka terlihat dekat layaknya adek dan kakak namun tak ada sekalipun kontak fisik. Bravo.
            Beberapa bulan setelah kepergian ayahnya, kini mas Gagah mendapatkan tugas untuk menyelesaikan skripsinya dan ia harus pergi ke Ternate. Awalnya Gita tak setuju, karena ia tak bisa berada jauh dari kakaknya, namun pada akhirnya ia mengizinkan kepergian kakaknya.
            Namun apa yang terjadi? Setelah kakaknya pulang, perubahan yang drastis terjadi pada dirinya. Gitapun heran dan merasa asing dengan sosok kakak yang selama ini menjadi panutannya. Ia pun tak setuju dengan hijrah yang dilakukan kakaknya. Hijrah kakaknya ini terjadi , karena suatu kecelakaan di Ternate dan akhirnya ia ditolong oleh Kyai Ghufron. Seorang yang merubahnya dari lelaki gaul yang nyaris sempurna menjadi ikhwan seutuhnya.
            Gitapun merasa kesal dengan perubahan kakaknya dan biasanya ia diantar jemput oleh kakaknya, ia lebih memilih untuk naik kendaraan umum, dengan tujuan agar mendapatkan ketenangan sejenak.
            Eh….. Tapi bukan berarti rasa kesal Gita hilang dan ketenangan ia dapat ya, karena di bus ini Gita malah bertemu dengan sosok Yudhistira Arifin(Masaji Wijayanto) , seorang pemuda yang memutuskan berdakwah dari satu kendaraan umum ke kendaraan umum lainnya. Walaupun ia berlatar belakang orang yang mampu namun itulah pilihannya. MasyaAllah, hebatnya Yudhi ini yang mampu menegakkan agama Allah dalam kendaraan umum dan apa yang ia lakukan semata-mata hanya untuk mendapatkan ridha-Nya. Sosok Yudhipun lagi-lagi berhasil membuat seorang Gita geram dengan apa yang terjadi pada sekitarnya, ia pun menceritakan kepada sahabatnya.  
Di sisi lain, mas Hamas sedang pergi ke suatu pemukiman dan ia diganggu oleh pereman, Alhamdulillah ia dapat melawannya. Dan ya, setelah itu ia meminta maaf kepada preman-preman tadi atas apa yang telah ia lakukan “Kenapa Mas Hamas yang minta maaf? Kan dia yang di ganggu.” Ya semua itu karena dalam islam kita tidak pernah diajari untuk dendam satu sama lain. Setelah berbincang dengan preman tadi, ternyata ada niatan baik yang melandasi pereman itu berbuat yang tidak baik. Mereka melakukan itu semua , untuk membuatkan rumah untuk menampung anak-anak yang kekurangan. Mengetahui itikad baik yang dilakukan preman tersebut, mas Gagah tanpa fikir panjang ia mendanai semuanya. Asalkan preman tadi bertaubat dan tetap istiqomah.  Setelah menabung dari hasil kerja kerasnya, ia memberikan nama rumah yang ia dirikan untuk menampung anak-anak disekitar pemukiman itu dengan nama Rumah Cinta
            Kian hari Gita semakin sering bertemu dengan sosol Yudhi dan pada akhirnya, suatu musibah menimpa Gita, yaitu kecopetan, namun aksi pencopetan itu gagal karena Yudhi membantu mengambil kembali barang yang akan dicopet. Gita pun baru sadar bahwa ternyata kebaikan yang Yudhi tebarkan adalah tulus. Sesaat ia ingin menyampaikan ke sahabatnya atas apa yang ia alami dan ternyata alhamdulillah sahabatnya Gitapun berhijrah dari yang tidak mengenakan kerudung dan akhirnya memutuskan untuk mengenakannya. Wah Gita tambah geram bangetnih. Hehehe.
            Ibunya mas Gagah pun datang ke rumah cinta, rumah penampungan anak-anak sekitar pemukiman preman tadi, dan dia disana sungguh kagum dengan apa yang telah mas Gagah perbuat, ia pun diberikan kerudung oleh salah satu masyarakat yang tinggal di rumah cinta itu. Itu yang membuat hatinya bergetar semakin dahsyat. Dan sesampainya di rumah ia akhirnya memiliki keinginan untuk mengenakan kerudung. Gitapun mengetahui keinginan ibunya ini, semakin geram lah perasaan dia.
            Lantas apa yang akan terjadi kepada diri Gita setelah lelah melihat sekitarnya yang telah berhijrah? Akankah Gita juga akan berhijrah? Dan apakas mas Gagah tetap istiqomah dalam jalan yang ia pilih? Temukan jawabannya di KMGP The Movie 2. Yuk kita lihat dulu trailernya .




Ya setelah melihat keseruan trailer KMGP The Movie 2, kini saatnya melihat keseruan nontin bareng KMGP :

Nonton di hari pertama KMGP, 21 Januari 2016 . Bareng ummi dan sahabat-sahabat.
(Gading)

 Bersama Reza, salah satu pemeran sahabatnya mas Gagah saat menjadi ikhwan. 
(Gading)
           

Nobar bareng bunda Helvy, dek Nadya dan teman-teman SMPnya bunda Helvy. 
(Gading)

Bersama Ali Syakieb, teman dan juga saudara.
(Blok M Square)

Nobar bersama Mas Gagah (Hamas)
(Blok M Square)


Bersama bunda Helvy (lagi) :D
(PIM 1)
Sekarang bersama bunda Helvy dan mas Hamasnya, kali ini nonton bersama adek-adek ROHIS SMAN 68 Jakarta
(PIM 1)

Edisi menunggu filmnya mulai nih, masih bersama bunda Helvy.
(Depok Town Square)
Keseruan Nobar KMGP bersama bunda Helvy.
(Depok Town Square)


Masih dengan keseruan Nobar KMGP bersama bunda Helvy.
(Depok Town Square)
Edisi Menjadi Pejuang KMGP

Beberapa isi goody bag dari KMGP dan ACT nih.



            Mau tahu selengkapnya tentang KMGP? Yuk bisa cek di www.kmgpthemovie.com atau mau ikut serta dalam menulis review KMGP? Untuk info lebih lanjut bisa cek di www.flp.or.id


Yuk kawan, setelah menonton film ini tentunya banyak yang terinspirasi dan ingin menjadi lebih baik lagi, saatnya kita hijrah kawan! “Hijrah itu pindah, berubah, saudaraku! Move on! Ya... move on!!! Moving on where? Allah says yessss! Yessss ke sesuatu yang lebih baik!!! Yess meninggalkan kemaksiatan dan kemungkaran, dalam hati, perkataan dan perbuatan” – Yudhi. 


Yuk untuk yang belum nonton, langsung saja ke bioskop kesayangan anda. 
Tonton filmnya. Baca bukunya.



Jika kau tak setuju pada suatu kebaikan

Kau selalu bisa untuk menghargainya

-KMGP

0 komentar:

Posting Komentar