Pengunjung

Pasti kalian bertanya-tanya kenapa saya kasih judul ini dan kepanjangannya kaya gitu. Semua berawal dari proker rohis.Sebenarnya tidak dengan semua member rohis juga sih, tapi hampir semua kegiatan saya pada bulan ini, saya habiskan bersama anggota rohis. Jadi itulah asal muasal singkatan di judul saya. Hehe..

Berawal dari awal bulan Desember, ya minggu pertama adalah pekan-pekannya UAS(Ujian Akhir Semester). Tapi menurut saya, memang kebanyakan proker rohis dilaksanakan saat pakan-pekan ujian deh. Subahanallah. Kenapa saya bisa bilang gitu? Karena proker pertama aja saat Iedul Adha, dan itu jatuhnya saat selesai UTS. Dan proker di bulan Desember ini adalah SSTI (Studi Siswa Tentang Islam), proker ini adalah proker tahunan yang diadakan oleh rohis, dimana yang menyelenggarakannya adalah panitia rohis dan pesertanya adalah kelas 10 . Jadi ya kita harus rapat walaupun sedang UAS, secara acaranya saja dilakanakan 3hari 2malam dan dimulai pada hari terakhir UAS.

Di acara SSTI ini benar-benar mendapat kenikmatan yang lebih menurut saya, dimana saya bisa mengenal ratusan karater orang yang berbeda pada saat itu. Walaupun waktunya tak lama, bagaimana saya bisa melihat perjuangan adik-adik kelas saya yang  menjadi peserta menghafalkan dengan sungguh-sungguh surah-surah yang sudah ditentukan panitia untuk mereka hafalkan. Walaupun tak semuanya sungguh-sungguh. Tapi insyaAllah, Allah akan memberi hal yang setimbal untuk semuanya.

Diacara SSTI ini juga saya banyak menghabiskan waktu bersama anggota rohis angkatan saya, menghabiskan malam bersama mereka. Bagaimana menjaga adik-adik kelas saat malam hari dan harus evaluasi di tengah malam. Itu adalah kenikmatan yang luar biasa, karena itu juga saya bisa melihat indahnya langit di malam hari di sekolah saya, dan saat itu evaluasi dilakukan di lantai 3.

Tak hanya disitu, di SSTI pula, saya bertemu seseorang yang menginspirasikan saya untuk menggunakan hijab yang syar’i, yang sesuai dengan syariat islam. Sungguh, setelah acara SSTI hati saya terguncang saat saya mengingat seseorang itu, seorang muslimah yang memang sudah lulus dan sekarang sudah menjadi alumni *yaiyalah. Sejak hari itu saya berusaha untuk memakai hijab yang syar’i karena saya akui, saya pernah terjerumus dalam trend-trend hijab yang ada. Ditambah lagi saat saya membaca buku “Yuk Berhijab” dan suatu artikel yang membuat hati saya sedih karena belum bisa menggunakan hijab syar’i dengan sepenuhnya. Tapi ini semua butuh proses, jadi saya yakin Allah akan membantu saya untuk tetap istiqomah J
SSTI(Studi Siswa Tentang Islam)

Lanjut dari SSTI ya..
Kita beralih ke acara selanjutnya, setelah melewati minggu pertama, datanglah minggu kedua, ya bisa dibilang ini adalah pekan remed. Tapi ya walaupun pekan remed, anak rohis tetap saja ada acara. Yaitu nonton bareng! Kita semua nonton “99 Cahaya di Langit Eropa” tentang penyebaran islam di Eropa gitu deh, nah kalau acara ini sayangnya hanya 20 orang yang bisa ikut. Tapi tak apa, awalnya kita ragu nih nonton apa enggak. Tapi masa gak jadi, akhirnya kita jadi pergi ba’da dzuhur. Awalnya mau nonton di megaria, karena itu yang paling dekat dengan sekolah kita. Tapi karena kita sudah telat, jadinya di TIM(Taman Ismail Marzuki) dan berharap bisa mendapat yang jam pertama, agar pulangnya tak kesorean. Tapi waktunya mepetkan, jadi kita bingung mau naik apa kesananya, awalnya mau naik bis gitu, tapi karena ngejar waktu akhirnya kita NYARTER ANGKOT. Wkwk, biasalah orang panik karena takut gak dapet yang pertama jadi bisa mikir cepat, walaupun terkadang kurang tepat. Akhirnya kita nyarter angkot empet-empetan 12orang kalau tidak salah, karena sisanya naik kendaraan lain. Pas sampai di TIM, ternyata masih ada yang belum sholat, jadi ada yang sholat dulu . Nah yang udah sholatpun mesen tiket, eh pas mau mesen, kata mba-mbanya “Gak yang kedua aja dek? Ini udah lewat 30 menit, sayang banget loh dek." Akhirnya kami nungguin yang sholat, dan mereka setuju kalau nonton jam yang ke dua. Akhirnya untuk membunuh waktu dari pada sia-sia kami cus makan di D’cost. Dijalan kami ketemu ondel-ondel, ada yang takut gitu deh. Abis itu pas nyampe ditempat kita milih-milih makanan, dan alhasil semua kenyang dan senang :D
Selesai makan, kita balik lagi kebioskop. Disini ada skandal cinta gitu, sebut saja si cewek adalah S dan si cowok adalah G. Kenapa saya bilang skandal cinta? Karena kita semua udah nyebrang, tapi dua insan ini belum. Karena si cewek ga bisa nyebrang, jadi disebrangin sama si cowok gitu deh. Wkwk, huss jangan gibah~

Beralih saat kita masuk ke dalam bioskop dan saat filmnya mau mulai si cewek bersindikat S tadi, menumpahkan popcorn yang ia beli, ga dia sih, tapi patungan dia dan yang lainnya. Wkwkwk kasihan ya wkwk. Nonton pun di mulai, filmnya bagus, apalagi setting tempatnya. Yang bisa saya dan teman ucapin saat nonton adalah “suami..” maksudnya itu cowok di film itu ya layaknya suami idaman wkwk. Tapi ada juga teman saya yang menangis saat menontonnya, karena ada adegan yang mengingatkan dia dengan almarhum gurunya yang ia sayang saat dia di SMP. Ya kita doakan saja, semoga almarhum di kasih tempat terbaik disisi Allah. Aamiin.

Saat filmnya selesai kita semua ditawarkan untuk nonton bioskop (lagi) gratis. Tapi karena sudah terlalu sore, kita menolaknya.. Lanjut deh kita sholat ashar, terus pas otw ke masjidnya, para cowok—cowok jalan layaknya kaya boyband gitu. Wkwk, setelah sholat, pulanglah kami kerumah masing-masing. Saya pun membuat kesepakatan dengan sahabat saya 10tahun lagi, kami akan bertemu di Paris, insyaAllah. Dan itu semua jatuh pada tanggal 14 Desember 2023.
Boyband Rohis saat Nobar

Nobar+Mabar
Lanjut dari situ, pekan remedpun selesai, semua nilai pun telah di input, semuapun gabut jadinya pada cabut. Hahaa, tapi beda dengan anak rohis, yang saya heran mereka termasuk saya kenapa masih masuk. Tapi bersyukursih karena saat itu tiba-tiba dapat kiriman undangan lomba gitu yang di selenggarakan oleh “ AQL Islamic Center”. Karena saat itu yang rohis pun yang masuk udah dikit, kita iseng-iseng aja ngobrolin lomba dan bagi-bagi bagian lomba. Niatnya ingin mengikuti cabang perlombaan tapi nyatanya hanya beberapa, dan kita mendapat undangan lombanya h-2 pendaftaran ditutup. Kitapun menelpon CPnya, dan alhamdulillah diperpanjang sampai TMnya, jadi deadlinenya yang semula 2hari lagi, menjadi 5hari lagi.

Masuklah minggu ke 3 di bulan Desember, akhirnya kami mengikuti beberapa cabang lomba, banyak yang kami lewati, dari pas TM, gak tau alamat sampai-sampai salah naik kendaraan, dan cobaan lainnya saat lomba.

Untuk selengkapnya bisa dibaca di blog rohis,

Karena saya tidak tahu persis apa saja yang terjadi pada teman-teman saya yang mengikuti lomba lainnya... hehe.
Alhamdulillah saya juga ikut menjadi peserta salah satu cabang perlombaannya, yaitu fotografi.
Langsung aja ya masuk ke minggu ke 3, minggu inilah saatnya pengumuman perlombaan , sekaligus talkshow sama beberapa artis islami, dan ada Islam Motivation sama ustad Bachtiar Nasir. Tepatnya hari Rabu., 25 Desember 2013 .

Sekolah saya mendapat perlakuan khusus, karena kami peserta dan yang pertama datang dari peserta lainnya, jadi duduk di red carpet gitu, padahal itu khusus artis. Banyak pelajaran baru yang saya dapatkan, ya memang benar dengan perkataan bang Teuku Wisnu, yang turut hadir dalam acara itu ,

 “Lingkungan membawa dampak besar untuk perubahan kita”. 

Karena saya merasa semenjak saya masuk rohis dan mengikuti kegiatan-kegiatannya saya merasa ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah. Semoga saja kita semua tetap istiqomah, lalu di acara ini juga ada Dude Herlino, yang saya akui dia memang keren, apalagi saat kedatangan dia dengan gaya model gitu membuat semua mata tertuju padanya, dan saya bilang “kuat iman.. kuat iman..” wkwk astaghfirullah, semoga iman saya tak terganggu.

Nah pas islam motivation sama talkshownya selesai tibalah waktu pengumuman pemenang, yang saya ingat adalah saat salah satu adik kelas saya yang memenangkan tilawatil qur’an dan namanya diseburt. Para akhwat dari SMA saya yang datang saat acara itu, langsung teriak semua. Ya alhasil orang-prang pada ngeliatin kita, tapi alhamdulillah SMA saya mendapatkan juara umum, termasuk sayapun mendapatkan juara. Alhamdulillah J

Terus pas pulang ya karena saya main twitter saya ucapkan terimakasih kepada pihak panitia, dan juga para artis yang ada, dan tak lupa kepada ustad Bachtiar Nasirnya. Dan alhamdulillah di retweet sama Teuku Wisnu, padahal tadinya ada teman saya yang ngeledekin saya dan yang lainnya gara-gara ketemu artis. Terus dia gak percaya gitu kalau mention saya dibales, akhirnya dia buka twitter dan percaya di bales. Dia pun rada iri gitu. Eh gakdeng~ wkwk yaudah ini ga penting.
Saat Pengumuman Pemenang

Nah lanjut ke hari minggunya ya, kami pun mempunyai rencana untuk CFD(Car Free Day) semuanya pun berkumpul di sekolah, tapi saya tidak . karena lebih dekat ke tempat CFD daripada sekolah. Hehe, janjiannya sih jam 6. Padahal saya udah lama-lain berangkat dari rumah jam 6.30 tapi pas sampai di tempat ternyata masih pada disekolah karena ada yang belum datang. Baiklah saya menunggunya, untungnya ada teman saya, sebut saja Fir yang menemani saya, tapi kasihan dia , dia makai sepedah adeknya, terus sepedahnya berat gitu.. nah pas semua udah ngumpul, ternyata ada teman kami juga yang naik busway karena gak ada sepeda, akhirnya kita nunggu mereka di GBK.

Pas perjalanan gowes sepeda ke GBK , tak lupa saya tetap memandang langit. Ya kebetulan awan yang saya lihat pagi itu lagi-lagi berlafal Allah. Allahuakbar, pas sesampainya kita di GBK , pas banget 2 cewek perkasa yang naik busway sampai di GBK juga. Abis itu kita nyantai-nyantai gitu. Terus saling mencoba sepeda yang lain.  Tapi gak lama, kita lngsung arah balik ke HI, takut waktu CFDnya habis gitu. Nah si Fir tadi tukeran sepeda deh sama teman saya yang lain , sebut saja Rif.
Akhirnya si Fir bisa sepedahan dengan cepat deh wkwk, nah dijalan arah HI ini, terjadilah skandal baru *jengjengjengjeng. 

Waktu saya mendengar suara anak bayi dari sumur gitu atau apalah itu. Hal itu terjadi setelah saya mengangkat telepon dari nenek saya, dan saat itu saya lupa menyalakan lagu yang saya dengarkan kembali. Tiba-tiba saya mendengar suara “oeoeoe” ya karena dirumah saya ada bayi, dan suara yang saya dengar itu mirip dengan tangisan anak bayi, saya pun panik. Tapi teman-teman saya yang cewek udah pada di depan, akhirnya ada satu teman cewek saya yang ada dibelakang saya, sebut saya dia Vid. Nah saya bilang aja “eh ini salah gue, salah kuping gue atau salah siapa sih? Lo denger suar oeoe ga?” nah si Vid ini bilang denger. Makin paniklah saya, masa iya saya nemuin bayi. Kan gak lucu, akhirnya dibelakang masih ada para cowok-cowok yang naik sepeda saya stopin aja, terus saya bilang “eh denger deha ada suara oeoe dari situ” sambil nunjuk sumur tadi, terus pada bilang “Mana gak ada suara apa-apa” sayapun yang masih panik meyakinkan mereka kalau suara itu ada, akhirnya si Rif tadi memberanikan diri untuk melihat ke sumurnya, terus ada adek kelas saya yang nyeletuk "Jangan diliat kak! Nanti tau-taunya ari-ari,” ih horor. Tapi saya rasanya pengen ngakak pas denger itu, tapi akhirnya si Rif ngeliat dengan rasa ragu gitu. Untungnya ada adek kelas saya yang cewek yang tadi udah jalan duluan, dan bilang “Ada apasih?” terus pada bilang “Itu, si Aca denger suara oeoe” dan adek kelas saya yang ini bilang “Yaampun kak Aca polos banget sih, itutuh suara bapak-bapak yang ada disebrang sana” WKAKAKAKA. Malu. Tapi gapapa, namanya juga pengalaman wkwk.

Pas diperjalanan si adek kelas yang bilang saya polos pun rante sepedanya copot, dan ditolong sama bapak-bapak. Akhirnya kita sepedahan lagi, abis itu makan deh di HI. Abis makan kita foto-foto, terus lanjut ke monas. Dijalan pun saya bertemu dengan sodara saya, dan sodara saya yang memakai sepeda saya dan akhirnya teman-teman saya pun jalan semua deh yang ceweknya. Abis itu dari monas kita pulang kerumah masing-masing.
Car  Free Day


Selesai deh bulan Desembernya :D semoga tahun depan harus lebih baik dari tahun ini, dan kenangan ini akan selalu dikenang. Ya, ku harap begitu. Tak lupa semoga tahun depan saya bisa mendapat hal-hal baru lagi dan keingin yang tercapai. Aamiin.




Hari ini adalah hari terakhir di bulan November.
Tapi, november tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Lalu apa yang membuatnya berbeda?
Kenangannya.


Tak terasa sebentar lagi saya akan menghadapi ujian akhir semester. Padahal rasanya baru saja duduk di kelas XI-IPA 3.


Tapi itulah makna hidup di dunia ini, yang biasa kita dengar "Hidup di dunia hanya sementara," karena kita tak sadar ternyata kita sudah melewati waktu begitu saja yang sekarang hanya kenangan.

Seperti biasa setiap tahunnya, di sekolah saya biasanya pada semester ganjil kedatangan mahasiswa/i yang lagi PPL(Program Pengalaman Lapangan) dari UNJ. Kebetulan di kelas saya, saya mendapat kesempatan untuk di ajar oleh 6 orang guru PPL. Dari pelajaran Biologi, Fisika, Matematika, Bahasa Inggris, Sejarah bahkan PKN pun ada. Mereka kerap memanggilnya dengan sebutan "Kakak".

Kami para murid sangat bersyukur di ajar oleh mereka, walaupun hanya beberapa bulan, namun punya kesan tersendiri bagi kami dan kami hanya bisa berharap bahwa mereka akan terus mengajari kami sampai lulus.

Tapi, minggu ini adalah minggu terakhir kami diajar oleh mereka. Rasa rindu dan rasa takut akan kehilanganpun bercampur menjadi satu.


Rasa takut akan kehilangan orang yang sudah berarti jasanya dalam meraih cita-cita kami.

Saat-saat inilah, kata-kata “Kakak jadi guru tetap saja disini,” terdengar hampir di semua kelas, dan jawaban dari mereka pun hampir sama satu sama lain yang intinya mereka belum bisa, karena harus menyelesaikan kuliahnya dahulu.

Andai waktu bisa kami putar, agar kami dapat merasakan kembali indahnya diajar oleh kalian. Bercanda tawa dengan kalian.

Tapi itu sudah menjadi ketentuannya, kita tak bisa merubah apa-apa sekalipun rasa keinginan yang teramat dalam. Kami hanya berdoa agar mereka cepat lulus dan menjadi guru tetap di sekolah kami.
Semoga saja kami semua yang di ajar oleh mereka, bisa meraih apa yang kami inginkan atas ilmu yang mereka berikan dan merekapun mudah menggapai apa yang mereka inginkan karena sudah berbagi ilmu kepada kami.

Kak Abul-Matematika


Bu Hana-Biologi
  
Bu Hana-Biologi dan Miss Yosi-Bahasa Inggris
Bu Hana-Biologi
Kak Elizar-Fisika
Kak Fifa-PKN
Miss Inez dan Kak Rinanti-Matematika

Kak Fifa, Kak Mukti - PKN
Bu Hana, Bu Shanty , Bu Rohmah - Biologi
Kak Annisa-Fisika
Kak Rini - Sejarah
Kak Annisa - Fisika























Saya hanya berharap agar kenangan ini tetap diingat sampai kita bertemu dalam kehidupan nyata yang nantinya kita bertemu dalam keaadan sudah meraih apa yang kita inginkan. Aamiin.
Semua orang pasti ingin merasakan menjadi seorang pemimpin. Ya, pemimpin bukan dipimpin.

Menjadi pemimpin tidaklah mudah, sebelum kita menjadi pemimpin pasti ada orang yang menjadi penyemangat kita. Ibu salah satunya.

Semua orang memiliki latar belakang yang berbeda. Begitupula dalam kehidupannya. Tapi itu tidak menjadi penghalang untuk menjadikan seseorang menjadi pemimpin bahkan untuk memimpin dirinya sendiri.

Saya tahu tidak semua orang mendapatkan kehangatan dalam rumahnya, pasti ada saja masalah yang harus dihadapi bahkan broken home. Tapi, ibu tetaplah ibu. Setidakpeduli apapun ibu kalian terhadap kalian, pasti hati kecilnya peduli. Karena dari Rahim mereka lah kita bisa dilahirkan.

Mungkin banyak orang yang berfikir bahwa ibu yang kurang peduli terhadap anaknya adalah keinginan mereka dan pasti tidak sedikit yang berfikir bahwa mereka tidak bisa menjadi pemimpin jika ibunya saja tidak peduli. Tapi anda kurang tepat,  dibalik semua itu pasti ada hati kecil yang berbicara. Entah dari sisi ibu maupun anaknya.

Pernahkah kalian berfikir bahwa anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian dari ibunya justru mereka lah yang lebih berpotensi untuk menjadi pemimpin. Karena mereka berfikir “Saya harus bisa menjadi pemimpin, agar ibu bangga dan ibu menganggap saya,” banyak sekali orang diluar sana yang berfikir keras untuk menjadi pemimpin untuk membahagiakan ibunya sekalipun pemimpin untuk dirinya sendiri.

Tapi ada juga ibu yang sepenuhnya selalu menyemangati anaknya.

Saya akan bercerita tentang pengalaman saya.

Ibu, satu kata yang tak bisa saya lupakan jasanya. Satu kata penuh makna. Karena ibu lah yang melahirkan saya, mendidik saya hingga sekarang.

Banyak yang telah saya lewati bersama ibu saya, terutama saat saya masih berumur 5tahun. Masa kanak-kanak yang sungguh bahagia ditambah lagi dengan kehadiran ibu yang selalu menemani hari-hari saya.

Ibu selalu menemani saya untuk lomba saat 17 Agustus , dan yang saya paling ingat ketika saya lomba nyanyi, dan saya nekat untuk mengambil 2 kategori (anak-anak dan dewasa) ya namanya masih kecil, jadi belum ngerti. Hehehe.

Saat nama saya dipanggil untuk menyanyi kategori anak-anak (kebetulan waktunya sore), saya dengan PD (Percaya Diri)nya menggunakan dress merah, dengan potongan rambut bob naik ke atas panggung dan saya membawakan lagu “Balon Ku” tapi sayangnya saya lupa untuk menaruh kata-kata “DOORR”nya dimana. 

Alhasil setiap satu kalimat lirik lagunya saya akhiri dengan door 
Balonku ada lima door,
Rupa-rupa warnanya door
Ya begitulah dan seterusnya. Tapi saat itu saya tidak malu bahkan tidak menangis karena lupa lirik karena ibu saya, menonton saya dan selalu mengancungkan jempolnya yang menandakan dia bangga terhadap saya dan saya jadi merasa lebih percaya diri.

Karena saya mengikuti kategori orang dewasa dan itu waktunya malam, alhasil saya tidak ikut. Tapi walaupun malam, ibu masih nanya “Kamu mau ikut nyanyi? Ini sudah malam, kalau kamu ngantuk kamu tidur aja,” itulah kata-kata yang terucap dari ibu saya.

Saat pengumuman pemenang, ternyata saya menjadi salah satu juara, kalau tidak salah juara 3. Semua ini berkat ancungan jempol dari ibu yang sedang menonton saya dipanggung.

Sayapun beranjak dewasa, semenjak SD saya sudah suka sekali dengan dunia desain grafis. Kebetulan, memang ibu saya bekerja disalah satu kantor swasta tempat pembuatan iklan maupun video clip. Asik bukan?

Saya setiap waktu luang selalu menyempatkan untuk selalu belajar mengedit entah itu foto, video maupun yang lainnya. Disinilah serunya, selagi saya mencoba , jika saya tidak mengerti saya selalu nanya ibu, tapi ibu selalu bilang “Dede pasti bisa, udah dede utak-atik aja sendiri.Dede harus yakin kalau dede bisa, kalau ga bisa juga berarti dede udah nemuin cara yang seharusnya tidak digunakan, berarti ilmu dede nambah,” kata ibu yang selalu membuat saya semangat mencoba.

Sekarang semua berbeda, saya semakin tumbuh menjadi dewasa dan ibu pun umurnya sudah mulai bertambah. Rasanya ingin sekali membahagiakan ibu, melihat ibu tersenyum bahagia. Sama saat ibu selalu menyemangati saya, selalu ada di sisi saya dan selalu mengukir senyum bahagia untuk saya.

Sungguh banyak hal-hal yang ibu perbuat untuk membuat anaknya lebih maju, untuk menjadi seorang pemimpin. Terutama untuk memimpin diri anaknya sendiri. Ibu hanya ingin anak nya mandiri dengan maksudan, agar anaknya bisa menjaga dirinya sendiri.


Terimakasih, sungguh besar jasamu, IBUJ
Zaman telah berganti menjadi zaman gadget. Gadget bertebaran dimana-mana, bahkan anak TKpun sudah mempunyai hp canggih. Sungguh berbeda dengan zaman dahulu yang masih bermain-mainan tradisional seperti galasin, petak umpet, petak jongkok, dan lainnya. Sungguh miris generasi sekarang.

Masa kecil yang seharusnya membuat mereka bahagia dan meghabiskan waktu bersama keluarganya, tetapi malah mereka habiskan untuk memainkan gadgetnya. Padahal jika mereka kelak dewasa, apa masih sempat mereka menghabiskan waktu dengan orang tua mereka yang telah merawat mereka?
Sepertinya mereka sangat amat mudah mendapatkan gadget yang mereka mau. Nilai rupiah tidaklah penting bagi mereka, yang lebih penting adalah kepuasan untuk diri mereka sendiri dan popularitas.

Tapi masih ada yang lebih miris dari hal di atas! Apa itu?

Jawabannya adalah hewan qurban!

“Mengapa hewan qurban?”
Jika anda menanya mengapa jawabannya adalah hewan kurban, sekarang jika anda diberi pilihan , pilihan pertama adalah uang yang anda miliki anda gunakan untuk membeli hewan kurban atau pilihan yang kedua , uang anda, anda pergunakan untuk membeli modal untuk pekerjaan anda? Contohnya  untuk beli laptop. Pasti banyak orang yang memilih pilihan kedua. 

“Mengapa?” Karena mereka berfikir bahwa dengan barang modal itu mereka bisa menghasilkan uang.

“Tentu saja barang modal itu bisa membuat keuntungan bagi diri saya. Tapi kalau saya membeli hewan kurban, saya hanya dapat menikmatinya sehari saja.”

Jika anda mengatakan hal diatas, anda salah besar!
"Pada tiap-tiap helai bulunya terdapat satu kebaikan"-HR. Ahmad dan Ibnu Majah.
Bayangkan! Satu helai bulunya saja sudah  terdapat berbagai kebaikan, dan dalam 1 hewan kurban bisa terdapat beribu-ribu bahkan jutaan helai bulu.

So, which then of the bounties of your Lord will you deny?
Nikmat yang Allah berikan memang tidak bisa kita pungkiri kebenarannya. Salahsatunya adalah hewan kurban ini, bahkan Allah sudah bersabda dalam Al-Quran.

“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.” - Q.S Al-Kausar (108:2)
Allah saja sudah berfirman di dalam al-quran, dimana al-quran adalah pedoman hidup bagi umat islam. Bagi umat yang tidak mau tersesat.

“Kan anak-anak tidak main hewan kurban?”
Memang benar mereka tidak bermain hewan kurban, tapi mengapa tidak ada dari salah satu anak yang meminta untuk dibelikan hewan kurban waktu idul adha?
“Merekakan masih kecil, orangtuanya belum ngajarin kali.”
Nah, disini peran orang tua penting banget memperkenalkan anaknya dengan idul adha saat mereka masih kecil. 
“Agar apa?”agar anaknya kelak tidak hanya memikirkan gadget yang ada, tapi mereka juga memikirkan kurban.


Jika saja orang tua, terlebih orangtua sebagai ayah membayangkan bagaimana jika dirinya yang berada diposisi nabi Ibrahim? Atau mungkin seorang anak yang kecanduan akan gadget memikirkan bahwa yang ada diposisi nabi Ismail adalah dia. Apakah mereka kuat dan ikhlas menghadapi ujian dan perintah dari Allah tersebut? Saya rasa tidak.

Sesungguhnya Allah sudah meringankannya, sebelumnya Allah memerintah nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya, nabi Ismail. Tapi digantiNya dengan seekor kambing.

Jadi masih mahalkan harga hewan kurban dimata kalian? Bahkan lebih mahal dari gadget yang mencapai belasan juta hanya untuk kesenangan sesaat? Tetapi tidak bisa menolong kalian saat di akherat? Gadget yang sangat canggih, yang menyebabkan dosa ? Dosa yang dihasilkan dari gadget itu banyak. Salah satunya saat sedang bermain gadget dan kalian sudah asik, pasti prioritas kalian adalah gadget kalian, dan saat yang bersamaan ibu kalian menyuruh kalian mengambilkan sesuatu barang saat kalian main gadget, pasti kalian akan menunda perintah ibu anda, bahkan ada beberapa orang yang marah kepada orangtuanya karena sudah diganggu.


Astaghfirullah, jadi kalian lebih memilih mana? Berkurban atau membeli gadget yang terasa murah dimata kalian?


Mari kita berkurban !! J

Banyak orang yang jatuh karena suatu kegagalan dan menyesalinya, tetapi ada pula yang jatuh dan berusaha untuk bangkit.

Tetapi lebih banyak orang yang merasa gagal dan terus menerus menyesalinya.

Terutama untuk para pelajar, yang menghadapi ujian dan nilainya tidak mencangkup nilai minimal yang sudah ditentukan dari sekolahnya.

Pasti sudah banyak orang yang mengalami kegagalan, terutama saat kalian sudah berusaha semaksimal mungkin dan ternyata hasil yang kalian dapat tidak sesuai dengan usaha yang kalian tempuh.
Banyak dari pelajar yang memilih jalur instan (menyontek) saat ujian. Karena sekarang yang ada difikiran mereka adalah “Gimana caranya gue bisa dapat nilai bagus,” tetapi mereka tidak memikirkan “Bagaimana caranya ilmu yang telah dipelajari bisa mereka aplikasikan dalam bentuk soal.”.

Mungkin para pelajar sudah lelah dengan kata-kata “Gimanapun hasilnya, yang penting itu hasil usaha kalian sendiri. Yang penting kalian jujur.” Kata-kata itu sudah nampak kuno bagi remaja zaman sekarang.

Tetapi hal itu bisa menjadi pertimbangan bagi beberapa orang. Tetapi pasti ada saja godaannya, salah satu yang pasti adalah ketika seseoarang melihat temannya yang sedang saling menyontek dan pasti yang ada difikiran dia adalah “Aduh gue gabisa soal ini, apa gue nyontek aja ya biar nilai bagus,” ini adalah godaan yang pasti dan terberat yang harus mereka hadapi demi menerapkan kata-kata tersebut.

Tetapi saya punya cara lain, saya sebut cara ini dengan "Rumus Kesuksesan"

Rumus kesuksesan adalah rumus yang insyaAllah menanamkan kejujuran dalam diri anda saat ujian, tetapi bukan dengan kata-kata tetapi dengan fakta.

Rumus kesuksesan yang saya terapkan saya misalkan dengan usaha kalian dalam menghadapi ujian pelajaran X. Misalnya, kalian sudah belajar semaksimal mungkin, tarulah kalian sudah berusaha 90% tetapi saat kalian terima hasilnya, kalian hanya mendapatkan 70. Berarti kalian masih mempunyai 20 lagi. 20 itu adalah nikmat Allah yang belum Allah balas langsung saat kalian ujian, tetapi 20 tersebut bisa saja Allah kasih untuk segi bahasa kalian, karir kalian bahkan jodoh kalian. Karena Allah itu Al-‘Adl (Maha Adil).


Ada sebuah kisah nyata tentang rumus sukses ini,

Sebut saja Bita (nama disamarkan)
Bita adalah murid tercerdas disekolahnya, bahkan dia selalu mendapatkan peringkat satu dikelasnya maupun diangkatannya. Setiap harinya dia selalu konsultasi tentang hal yang ia pelajari di sekolah kepada guru lesnya. Saat dia duduk di kelas 12 diapun mendapat nilai terbaik saat UN. Tapi , saat pengumuman jalur undangan, dia tidak mendapatkannya. Semua temannyapun heran, bahkan gurunya juga heran.

Tetapi dia tetap optimis dan akhirnya dia mengikuti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Tapi apa yag terjadi? DIA TIDAK DAPAT LAGI

Dia bukan tipe orang yang pesimis, dan akhirnya dia coba melalui jalur mandiri dari PTN yang ia pilih, kebetulan dia memilih UI jurusan kedokteran.  Dari jalur mandiri ini akhirnya dia diterima dengan nilai terbaik saat seleksi.

Waktu terus berjalan hingga akhirnya, waktu koas (istilah kerennyasih dokter muda, semacam menerapkan ilmu yang ia dapat dan diterapkan di rumah sakit yang sudah bekerjasama oleh universitasnya masing-masing tetapi masih dibawah pembimbing) pun tiba. Koas biasanya diterapkan dalam waktu paling cepat 1,5tahun. Tapi beda halnya dengan Bita, dia hanya membutuhkan waktu 1tahun dalam menjalani koas karena dia benar-benar telaten bahkan saat waktu dia masih masa-masa koas saja, sudah banyak rumah sakit yang menawarkan pekerjaan kepadanya.

Tetapi setelah dia sudah menyelesaikan kuliahnya dan juga sudah koas dia pun lulus dengan IP 4.0 . Dia langsung di lamar oleh seorang pria tampan,mapan dan berwibawa. Karena mereka jodoh, menikahlah keduanya. Setelah mereka menikah, akhirnya Bitapun tinggal bersama suaminya diluar negeri, walapun keduanya adalah sama-sama orang asli Indonesia dan dibesarkan di Indonesia tetapi inilah kehendak Allah. Mereka pun hidup sakinah, mawadah dan warahmah. J


Allahuakbar, dari kisah nyata diatas kita sudah bisa lihat hasil dari rumus kesuksesan.
Semoga bermanfaat dan kalian harus yakin bahwa kalian termasuk orang-orang yang sukses, tetapi ingat sukses berlandaskan kejujuran. Karena jika berbohong, 1 kebohongan bisa merembet menjadi dosa yang lain J





Let’s try and good luckJ

3 Oktober 2013


Tanggal dan bulan yang sama, namun tahun yang berbeda. Puluhan tahun yang lalu telah terlahir wanita yang sangat hebat, yaitu mama.


Selamat ulang tahun mama ku sayang

Mama yang penuh dengan kasih sayang, bahkan sosok orang yang menginspirasikan. Menginspirasi untuk menjadi tegar, jadi pekerja keras dan ga lupa untuk selalu bersyukur.

Mama selalu ngingetin kalau aku ngeluh, mama selalu bilang “Kehidupan yang enak itu bukan serba mewah, tapi bagaimana kita bisa mensyukuri apa yang kita miliki, dan menjaganya.” Ga itu aja mama juga bilang “Kamu harus rajin bersyukur. Karena diluar sana masih banyak yang kekurangan.”

Mamah juga yang selalu nemenin, pas Aca kecil untuk ikut lomba 17an, mama yang nyemangatin. Terlalu banyak hal yang mama lakukan untuk Aca, tapi apa yang bisa Aca perbuat.


Maaf juga mah, tahun ini saat ulang tahun mama, Aca ga ketemu langsung sama mama, ga bisa nyium pipinya. Cuma bisa kasih ucapan lewat telpon dan nyanyiin “Lagu Cinta Untuk Mama”. Ya hal ini karena Aca yang tinggal di rumah nenek, dan mama di Pondok Gede . Tadinya mau pulang kesana, tapi berhubung ada les dan sampe malem dan kurang enak badan mungkin sabtu baru kesana, insyaAllah.

Semoga mama bisa menjadi mama yang lebih baik, dan aku bisa membalas dan membahagiakan mama. Semoga Allah memudahkan semua hal untuk mama dan Allah selalu menjaga mama.


Aku sayang mama, salam anakmu:)