Pengunjung

Semua orang pasti ingin merasakan menjadi seorang pemimpin. Ya, pemimpin bukan dipimpin.

Menjadi pemimpin tidaklah mudah, sebelum kita menjadi pemimpin pasti ada orang yang menjadi penyemangat kita. Ibu salah satunya.

Semua orang memiliki latar belakang yang berbeda. Begitupula dalam kehidupannya. Tapi itu tidak menjadi penghalang untuk menjadikan seseorang menjadi pemimpin bahkan untuk memimpin dirinya sendiri.

Saya tahu tidak semua orang mendapatkan kehangatan dalam rumahnya, pasti ada saja masalah yang harus dihadapi bahkan broken home. Tapi, ibu tetaplah ibu. Setidakpeduli apapun ibu kalian terhadap kalian, pasti hati kecilnya peduli. Karena dari Rahim mereka lah kita bisa dilahirkan.

Mungkin banyak orang yang berfikir bahwa ibu yang kurang peduli terhadap anaknya adalah keinginan mereka dan pasti tidak sedikit yang berfikir bahwa mereka tidak bisa menjadi pemimpin jika ibunya saja tidak peduli. Tapi anda kurang tepat,  dibalik semua itu pasti ada hati kecil yang berbicara. Entah dari sisi ibu maupun anaknya.

Pernahkah kalian berfikir bahwa anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian dari ibunya justru mereka lah yang lebih berpotensi untuk menjadi pemimpin. Karena mereka berfikir “Saya harus bisa menjadi pemimpin, agar ibu bangga dan ibu menganggap saya,” banyak sekali orang diluar sana yang berfikir keras untuk menjadi pemimpin untuk membahagiakan ibunya sekalipun pemimpin untuk dirinya sendiri.

Tapi ada juga ibu yang sepenuhnya selalu menyemangati anaknya.

Saya akan bercerita tentang pengalaman saya.

Ibu, satu kata yang tak bisa saya lupakan jasanya. Satu kata penuh makna. Karena ibu lah yang melahirkan saya, mendidik saya hingga sekarang.

Banyak yang telah saya lewati bersama ibu saya, terutama saat saya masih berumur 5tahun. Masa kanak-kanak yang sungguh bahagia ditambah lagi dengan kehadiran ibu yang selalu menemani hari-hari saya.

Ibu selalu menemani saya untuk lomba saat 17 Agustus , dan yang saya paling ingat ketika saya lomba nyanyi, dan saya nekat untuk mengambil 2 kategori (anak-anak dan dewasa) ya namanya masih kecil, jadi belum ngerti. Hehehe.

Saat nama saya dipanggil untuk menyanyi kategori anak-anak (kebetulan waktunya sore), saya dengan PD (Percaya Diri)nya menggunakan dress merah, dengan potongan rambut bob naik ke atas panggung dan saya membawakan lagu “Balon Ku” tapi sayangnya saya lupa untuk menaruh kata-kata “DOORR”nya dimana. 

Alhasil setiap satu kalimat lirik lagunya saya akhiri dengan door 
Balonku ada lima door,
Rupa-rupa warnanya door
Ya begitulah dan seterusnya. Tapi saat itu saya tidak malu bahkan tidak menangis karena lupa lirik karena ibu saya, menonton saya dan selalu mengancungkan jempolnya yang menandakan dia bangga terhadap saya dan saya jadi merasa lebih percaya diri.

Karena saya mengikuti kategori orang dewasa dan itu waktunya malam, alhasil saya tidak ikut. Tapi walaupun malam, ibu masih nanya “Kamu mau ikut nyanyi? Ini sudah malam, kalau kamu ngantuk kamu tidur aja,” itulah kata-kata yang terucap dari ibu saya.

Saat pengumuman pemenang, ternyata saya menjadi salah satu juara, kalau tidak salah juara 3. Semua ini berkat ancungan jempol dari ibu yang sedang menonton saya dipanggung.

Sayapun beranjak dewasa, semenjak SD saya sudah suka sekali dengan dunia desain grafis. Kebetulan, memang ibu saya bekerja disalah satu kantor swasta tempat pembuatan iklan maupun video clip. Asik bukan?

Saya setiap waktu luang selalu menyempatkan untuk selalu belajar mengedit entah itu foto, video maupun yang lainnya. Disinilah serunya, selagi saya mencoba , jika saya tidak mengerti saya selalu nanya ibu, tapi ibu selalu bilang “Dede pasti bisa, udah dede utak-atik aja sendiri.Dede harus yakin kalau dede bisa, kalau ga bisa juga berarti dede udah nemuin cara yang seharusnya tidak digunakan, berarti ilmu dede nambah,” kata ibu yang selalu membuat saya semangat mencoba.

Sekarang semua berbeda, saya semakin tumbuh menjadi dewasa dan ibu pun umurnya sudah mulai bertambah. Rasanya ingin sekali membahagiakan ibu, melihat ibu tersenyum bahagia. Sama saat ibu selalu menyemangati saya, selalu ada di sisi saya dan selalu mengukir senyum bahagia untuk saya.

Sungguh banyak hal-hal yang ibu perbuat untuk membuat anaknya lebih maju, untuk menjadi seorang pemimpin. Terutama untuk memimpin diri anaknya sendiri. Ibu hanya ingin anak nya mandiri dengan maksudan, agar anaknya bisa menjaga dirinya sendiri.


Terimakasih, sungguh besar jasamu, IBUJ
Zaman telah berganti menjadi zaman gadget. Gadget bertebaran dimana-mana, bahkan anak TKpun sudah mempunyai hp canggih. Sungguh berbeda dengan zaman dahulu yang masih bermain-mainan tradisional seperti galasin, petak umpet, petak jongkok, dan lainnya. Sungguh miris generasi sekarang.

Masa kecil yang seharusnya membuat mereka bahagia dan meghabiskan waktu bersama keluarganya, tetapi malah mereka habiskan untuk memainkan gadgetnya. Padahal jika mereka kelak dewasa, apa masih sempat mereka menghabiskan waktu dengan orang tua mereka yang telah merawat mereka?
Sepertinya mereka sangat amat mudah mendapatkan gadget yang mereka mau. Nilai rupiah tidaklah penting bagi mereka, yang lebih penting adalah kepuasan untuk diri mereka sendiri dan popularitas.

Tapi masih ada yang lebih miris dari hal di atas! Apa itu?

Jawabannya adalah hewan qurban!

“Mengapa hewan qurban?”
Jika anda menanya mengapa jawabannya adalah hewan kurban, sekarang jika anda diberi pilihan , pilihan pertama adalah uang yang anda miliki anda gunakan untuk membeli hewan kurban atau pilihan yang kedua , uang anda, anda pergunakan untuk membeli modal untuk pekerjaan anda? Contohnya  untuk beli laptop. Pasti banyak orang yang memilih pilihan kedua. 

“Mengapa?” Karena mereka berfikir bahwa dengan barang modal itu mereka bisa menghasilkan uang.

“Tentu saja barang modal itu bisa membuat keuntungan bagi diri saya. Tapi kalau saya membeli hewan kurban, saya hanya dapat menikmatinya sehari saja.”

Jika anda mengatakan hal diatas, anda salah besar!
"Pada tiap-tiap helai bulunya terdapat satu kebaikan"-HR. Ahmad dan Ibnu Majah.
Bayangkan! Satu helai bulunya saja sudah  terdapat berbagai kebaikan, dan dalam 1 hewan kurban bisa terdapat beribu-ribu bahkan jutaan helai bulu.

So, which then of the bounties of your Lord will you deny?
Nikmat yang Allah berikan memang tidak bisa kita pungkiri kebenarannya. Salahsatunya adalah hewan kurban ini, bahkan Allah sudah bersabda dalam Al-Quran.

“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.” - Q.S Al-Kausar (108:2)
Allah saja sudah berfirman di dalam al-quran, dimana al-quran adalah pedoman hidup bagi umat islam. Bagi umat yang tidak mau tersesat.

“Kan anak-anak tidak main hewan kurban?”
Memang benar mereka tidak bermain hewan kurban, tapi mengapa tidak ada dari salah satu anak yang meminta untuk dibelikan hewan kurban waktu idul adha?
“Merekakan masih kecil, orangtuanya belum ngajarin kali.”
Nah, disini peran orang tua penting banget memperkenalkan anaknya dengan idul adha saat mereka masih kecil. 
“Agar apa?”agar anaknya kelak tidak hanya memikirkan gadget yang ada, tapi mereka juga memikirkan kurban.


Jika saja orang tua, terlebih orangtua sebagai ayah membayangkan bagaimana jika dirinya yang berada diposisi nabi Ibrahim? Atau mungkin seorang anak yang kecanduan akan gadget memikirkan bahwa yang ada diposisi nabi Ismail adalah dia. Apakah mereka kuat dan ikhlas menghadapi ujian dan perintah dari Allah tersebut? Saya rasa tidak.

Sesungguhnya Allah sudah meringankannya, sebelumnya Allah memerintah nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya, nabi Ismail. Tapi digantiNya dengan seekor kambing.

Jadi masih mahalkan harga hewan kurban dimata kalian? Bahkan lebih mahal dari gadget yang mencapai belasan juta hanya untuk kesenangan sesaat? Tetapi tidak bisa menolong kalian saat di akherat? Gadget yang sangat canggih, yang menyebabkan dosa ? Dosa yang dihasilkan dari gadget itu banyak. Salah satunya saat sedang bermain gadget dan kalian sudah asik, pasti prioritas kalian adalah gadget kalian, dan saat yang bersamaan ibu kalian menyuruh kalian mengambilkan sesuatu barang saat kalian main gadget, pasti kalian akan menunda perintah ibu anda, bahkan ada beberapa orang yang marah kepada orangtuanya karena sudah diganggu.


Astaghfirullah, jadi kalian lebih memilih mana? Berkurban atau membeli gadget yang terasa murah dimata kalian?


Mari kita berkurban !! J

Banyak orang yang jatuh karena suatu kegagalan dan menyesalinya, tetapi ada pula yang jatuh dan berusaha untuk bangkit.

Tetapi lebih banyak orang yang merasa gagal dan terus menerus menyesalinya.

Terutama untuk para pelajar, yang menghadapi ujian dan nilainya tidak mencangkup nilai minimal yang sudah ditentukan dari sekolahnya.

Pasti sudah banyak orang yang mengalami kegagalan, terutama saat kalian sudah berusaha semaksimal mungkin dan ternyata hasil yang kalian dapat tidak sesuai dengan usaha yang kalian tempuh.
Banyak dari pelajar yang memilih jalur instan (menyontek) saat ujian. Karena sekarang yang ada difikiran mereka adalah “Gimana caranya gue bisa dapat nilai bagus,” tetapi mereka tidak memikirkan “Bagaimana caranya ilmu yang telah dipelajari bisa mereka aplikasikan dalam bentuk soal.”.

Mungkin para pelajar sudah lelah dengan kata-kata “Gimanapun hasilnya, yang penting itu hasil usaha kalian sendiri. Yang penting kalian jujur.” Kata-kata itu sudah nampak kuno bagi remaja zaman sekarang.

Tetapi hal itu bisa menjadi pertimbangan bagi beberapa orang. Tetapi pasti ada saja godaannya, salah satu yang pasti adalah ketika seseoarang melihat temannya yang sedang saling menyontek dan pasti yang ada difikiran dia adalah “Aduh gue gabisa soal ini, apa gue nyontek aja ya biar nilai bagus,” ini adalah godaan yang pasti dan terberat yang harus mereka hadapi demi menerapkan kata-kata tersebut.

Tetapi saya punya cara lain, saya sebut cara ini dengan "Rumus Kesuksesan"

Rumus kesuksesan adalah rumus yang insyaAllah menanamkan kejujuran dalam diri anda saat ujian, tetapi bukan dengan kata-kata tetapi dengan fakta.

Rumus kesuksesan yang saya terapkan saya misalkan dengan usaha kalian dalam menghadapi ujian pelajaran X. Misalnya, kalian sudah belajar semaksimal mungkin, tarulah kalian sudah berusaha 90% tetapi saat kalian terima hasilnya, kalian hanya mendapatkan 70. Berarti kalian masih mempunyai 20 lagi. 20 itu adalah nikmat Allah yang belum Allah balas langsung saat kalian ujian, tetapi 20 tersebut bisa saja Allah kasih untuk segi bahasa kalian, karir kalian bahkan jodoh kalian. Karena Allah itu Al-‘Adl (Maha Adil).


Ada sebuah kisah nyata tentang rumus sukses ini,

Sebut saja Bita (nama disamarkan)
Bita adalah murid tercerdas disekolahnya, bahkan dia selalu mendapatkan peringkat satu dikelasnya maupun diangkatannya. Setiap harinya dia selalu konsultasi tentang hal yang ia pelajari di sekolah kepada guru lesnya. Saat dia duduk di kelas 12 diapun mendapat nilai terbaik saat UN. Tapi , saat pengumuman jalur undangan, dia tidak mendapatkannya. Semua temannyapun heran, bahkan gurunya juga heran.

Tetapi dia tetap optimis dan akhirnya dia mengikuti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Tapi apa yag terjadi? DIA TIDAK DAPAT LAGI

Dia bukan tipe orang yang pesimis, dan akhirnya dia coba melalui jalur mandiri dari PTN yang ia pilih, kebetulan dia memilih UI jurusan kedokteran.  Dari jalur mandiri ini akhirnya dia diterima dengan nilai terbaik saat seleksi.

Waktu terus berjalan hingga akhirnya, waktu koas (istilah kerennyasih dokter muda, semacam menerapkan ilmu yang ia dapat dan diterapkan di rumah sakit yang sudah bekerjasama oleh universitasnya masing-masing tetapi masih dibawah pembimbing) pun tiba. Koas biasanya diterapkan dalam waktu paling cepat 1,5tahun. Tapi beda halnya dengan Bita, dia hanya membutuhkan waktu 1tahun dalam menjalani koas karena dia benar-benar telaten bahkan saat waktu dia masih masa-masa koas saja, sudah banyak rumah sakit yang menawarkan pekerjaan kepadanya.

Tetapi setelah dia sudah menyelesaikan kuliahnya dan juga sudah koas dia pun lulus dengan IP 4.0 . Dia langsung di lamar oleh seorang pria tampan,mapan dan berwibawa. Karena mereka jodoh, menikahlah keduanya. Setelah mereka menikah, akhirnya Bitapun tinggal bersama suaminya diluar negeri, walapun keduanya adalah sama-sama orang asli Indonesia dan dibesarkan di Indonesia tetapi inilah kehendak Allah. Mereka pun hidup sakinah, mawadah dan warahmah. J


Allahuakbar, dari kisah nyata diatas kita sudah bisa lihat hasil dari rumus kesuksesan.
Semoga bermanfaat dan kalian harus yakin bahwa kalian termasuk orang-orang yang sukses, tetapi ingat sukses berlandaskan kejujuran. Karena jika berbohong, 1 kebohongan bisa merembet menjadi dosa yang lain J





Let’s try and good luckJ

3 Oktober 2013


Tanggal dan bulan yang sama, namun tahun yang berbeda. Puluhan tahun yang lalu telah terlahir wanita yang sangat hebat, yaitu mama.


Selamat ulang tahun mama ku sayang

Mama yang penuh dengan kasih sayang, bahkan sosok orang yang menginspirasikan. Menginspirasi untuk menjadi tegar, jadi pekerja keras dan ga lupa untuk selalu bersyukur.

Mama selalu ngingetin kalau aku ngeluh, mama selalu bilang “Kehidupan yang enak itu bukan serba mewah, tapi bagaimana kita bisa mensyukuri apa yang kita miliki, dan menjaganya.” Ga itu aja mama juga bilang “Kamu harus rajin bersyukur. Karena diluar sana masih banyak yang kekurangan.”

Mamah juga yang selalu nemenin, pas Aca kecil untuk ikut lomba 17an, mama yang nyemangatin. Terlalu banyak hal yang mama lakukan untuk Aca, tapi apa yang bisa Aca perbuat.


Maaf juga mah, tahun ini saat ulang tahun mama, Aca ga ketemu langsung sama mama, ga bisa nyium pipinya. Cuma bisa kasih ucapan lewat telpon dan nyanyiin “Lagu Cinta Untuk Mama”. Ya hal ini karena Aca yang tinggal di rumah nenek, dan mama di Pondok Gede . Tadinya mau pulang kesana, tapi berhubung ada les dan sampe malem dan kurang enak badan mungkin sabtu baru kesana, insyaAllah.

Semoga mama bisa menjadi mama yang lebih baik, dan aku bisa membalas dan membahagiakan mama. Semoga Allah memudahkan semua hal untuk mama dan Allah selalu menjaga mama.


Aku sayang mama, salam anakmu:)