Pengunjung

Tampilkan postingan dengan label jurnalis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jurnalis. Tampilkan semua postingan

Banyak orang yang jatuh karena suatu kegagalan dan menyesalinya, tetapi ada pula yang jatuh dan berusaha untuk bangkit.

Tetapi lebih banyak orang yang merasa gagal dan terus menerus menyesalinya.

Terutama untuk para pelajar, yang menghadapi ujian dan nilainya tidak mencangkup nilai minimal yang sudah ditentukan dari sekolahnya.

Pasti sudah banyak orang yang mengalami kegagalan, terutama saat kalian sudah berusaha semaksimal mungkin dan ternyata hasil yang kalian dapat tidak sesuai dengan usaha yang kalian tempuh.
Banyak dari pelajar yang memilih jalur instan (menyontek) saat ujian. Karena sekarang yang ada difikiran mereka adalah “Gimana caranya gue bisa dapat nilai bagus,” tetapi mereka tidak memikirkan “Bagaimana caranya ilmu yang telah dipelajari bisa mereka aplikasikan dalam bentuk soal.”.

Mungkin para pelajar sudah lelah dengan kata-kata “Gimanapun hasilnya, yang penting itu hasil usaha kalian sendiri. Yang penting kalian jujur.” Kata-kata itu sudah nampak kuno bagi remaja zaman sekarang.

Tetapi hal itu bisa menjadi pertimbangan bagi beberapa orang. Tetapi pasti ada saja godaannya, salah satu yang pasti adalah ketika seseoarang melihat temannya yang sedang saling menyontek dan pasti yang ada difikiran dia adalah “Aduh gue gabisa soal ini, apa gue nyontek aja ya biar nilai bagus,” ini adalah godaan yang pasti dan terberat yang harus mereka hadapi demi menerapkan kata-kata tersebut.

Tetapi saya punya cara lain, saya sebut cara ini dengan "Rumus Kesuksesan"

Rumus kesuksesan adalah rumus yang insyaAllah menanamkan kejujuran dalam diri anda saat ujian, tetapi bukan dengan kata-kata tetapi dengan fakta.

Rumus kesuksesan yang saya terapkan saya misalkan dengan usaha kalian dalam menghadapi ujian pelajaran X. Misalnya, kalian sudah belajar semaksimal mungkin, tarulah kalian sudah berusaha 90% tetapi saat kalian terima hasilnya, kalian hanya mendapatkan 70. Berarti kalian masih mempunyai 20 lagi. 20 itu adalah nikmat Allah yang belum Allah balas langsung saat kalian ujian, tetapi 20 tersebut bisa saja Allah kasih untuk segi bahasa kalian, karir kalian bahkan jodoh kalian. Karena Allah itu Al-‘Adl (Maha Adil).


Ada sebuah kisah nyata tentang rumus sukses ini,

Sebut saja Bita (nama disamarkan)
Bita adalah murid tercerdas disekolahnya, bahkan dia selalu mendapatkan peringkat satu dikelasnya maupun diangkatannya. Setiap harinya dia selalu konsultasi tentang hal yang ia pelajari di sekolah kepada guru lesnya. Saat dia duduk di kelas 12 diapun mendapat nilai terbaik saat UN. Tapi , saat pengumuman jalur undangan, dia tidak mendapatkannya. Semua temannyapun heran, bahkan gurunya juga heran.

Tetapi dia tetap optimis dan akhirnya dia mengikuti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Tapi apa yag terjadi? DIA TIDAK DAPAT LAGI

Dia bukan tipe orang yang pesimis, dan akhirnya dia coba melalui jalur mandiri dari PTN yang ia pilih, kebetulan dia memilih UI jurusan kedokteran.  Dari jalur mandiri ini akhirnya dia diterima dengan nilai terbaik saat seleksi.

Waktu terus berjalan hingga akhirnya, waktu koas (istilah kerennyasih dokter muda, semacam menerapkan ilmu yang ia dapat dan diterapkan di rumah sakit yang sudah bekerjasama oleh universitasnya masing-masing tetapi masih dibawah pembimbing) pun tiba. Koas biasanya diterapkan dalam waktu paling cepat 1,5tahun. Tapi beda halnya dengan Bita, dia hanya membutuhkan waktu 1tahun dalam menjalani koas karena dia benar-benar telaten bahkan saat waktu dia masih masa-masa koas saja, sudah banyak rumah sakit yang menawarkan pekerjaan kepadanya.

Tetapi setelah dia sudah menyelesaikan kuliahnya dan juga sudah koas dia pun lulus dengan IP 4.0 . Dia langsung di lamar oleh seorang pria tampan,mapan dan berwibawa. Karena mereka jodoh, menikahlah keduanya. Setelah mereka menikah, akhirnya Bitapun tinggal bersama suaminya diluar negeri, walapun keduanya adalah sama-sama orang asli Indonesia dan dibesarkan di Indonesia tetapi inilah kehendak Allah. Mereka pun hidup sakinah, mawadah dan warahmah. J


Allahuakbar, dari kisah nyata diatas kita sudah bisa lihat hasil dari rumus kesuksesan.
Semoga bermanfaat dan kalian harus yakin bahwa kalian termasuk orang-orang yang sukses, tetapi ingat sukses berlandaskan kejujuran. Karena jika berbohong, 1 kebohongan bisa merembet menjadi dosa yang lain J





Let’s try and good luckJ

Assalamualaikum,

Sudah lama vacum dari blogger, terakhir main blog itupun pas kelas 3SD karena tuntutan harus buat cerita :')

Entahlah dari kecil gue tipe orang yang suka cerita, dan mendengarkan cerita, apalagi bisa kasih nasehat ketemen gue, bahkan pernah terlintas dibenak gue menjadi psikolog.

Nah, gue juga tipe orang yang hayalan tingkat tinggi, bahkan terkadang saat gue lagi ga pengen ngayal, tiba-tiba ada aja kaya diotak gue ada bayangan akan suatu kejadian dan kadang kejadian itu terjadi.

Yang paling aneh dari sifat gue yang satu ini tuh, pernah saat gue lagi pulang kampung, pas keluar dari rest area, tiba-tiba gue malah kebayang ada kecelakaan truk tabrakan sama motor, dan menyebabkan tabrakan beruntun dan disitu ada 4 korban, gue inget banget pas kejadian itutuh jam 4 pagi. NAH! 12 jam setelah bayangan itu, sodara gue nelpon bapak gue dan ngabarin bahwa dia kecelakaan, dan dia menceritakan sama persis dengan apa yang ada di bayangan gue, bahkan tempat kejadiannya pun sama persis. Guepun bingung dan jadi banyak-banyak istighfar saat kejadian itu.

Oke skip, lanjut aja ya.

Beralih aja ke awal mula gue suka buat cerita, atau tulisan-tulisan kaya gini.
Ini semua bermula dari sahabat kecil gue, yang entahlah sekarang dia kemana yang pastinya dia itu bener-bener sahabat pertama gue, dia temen TK gue, dia itu baik banget, bahkan pas TK kalau gue udah dijemput sama kakak gue dan gue masih mau main, dia nemenin kakak gue main gundu, dan lain-lain. Tapi setelah lulus TK, pernah sih mau main ke rumahnya, tapi dia ternyata UDAH PINDAH. Oke, disitu gue sabar, nah sekitar gue kelas 4 SD, gue ketemu guru TK gue, kebetulan dia ngajar TPA untuk anak-anak di sekitar wilayah SD gue, SDIT Al-Marjan. Nah pas gue lagi beli minum Bu Hilda bilang "Marsha kamu kok ga dateng ke pernikahan ibu? Ibu udah kasih undangannya ke papa kamu." "Aku ga tau bu, papa ga ngasih tau aku apa-apa." "Yah sayang banget ya kamu ga dateng padahal 'dia' dateng loh." dan entahlah gue sedih banget saat tau kesempatan gue buat ketemu sahabat gue gagal, dan sampai sekarangpun gue masih berharap ketemu dan bermain bareng dia lagi :') udah 10tahun ga ketemu, mungkin udah banyak perubahan dari dia maupun gue. 

Gue suka nulis karena gue suka membayangkan saat gue dan sahabat gue bertemu dan bermain bersama lagi, disitulah awal mula gue suka ngarang cerita.

Ga hanya itu, kalau ada masalah pun dan gue bingung buat cerita ke siapa, gue selalu mengungkapkannya dengan kata-kata yang gue tuangkan di ms.word yang ada passwordnya tentunya :)

Dan yang paling bikin gue lebih giat nulis adalah, saat gue pertama kali tertarik baca novel, yaitu novel "AI" karangan Wina Effendi.
Dan suatu ketika ada ajang dimana gue ikut pelatihan jurnalistik, dan ada lomba wartawan dan fotografi, nah gue mencoba keberuntungan gue di ajang nih, iseng-iseng berhadiahlah, nah ternyata tanpa gue duga-duga, karya gue pun dipanggil, dan ternyata gue salah satu pemenang dari 10 penulisan berita terbaik di ajang POPNAS 2013

Tibalah Waktunya

Setelah perjuangan keras ia lewati, pemetikan buah hasilpun tiba. Yuda Mahendri(16) pesilat asal Kepulauan Riau merasa sangat bangga dengan medali emas yang ia peroleh.

Padepokan pencak silat siang itu seakan menjadi saksi kemenangan atas Yuda Mahendri. Yuda menang tipis atas lawannya Abdul Malik yang berasal dari Sulawesi Utara. Dengan perolehan hasil akhir 3-2.

"Alhamdulillah setelah berlatih sekian lama saya bisa membawa pulang medali emas," ujar Yuda pesilat kelahiran 29 Agustus 1997.

Hasil yang ia peroleh adalah berkat hasil latihan kerasnya dimana ia mulai benar-benar mengikuti ajang perlombaan pencak silat pada beberapa tahun yang lalu. Bahkan sebelum mengikuti POPNAS, ia pernah dikalahkan oleh Bagus Adi,lawannya saat semi final.

Tidak hanya faktor latihan saja yang membuatnya menang. Tetapi yang membuatnya menang adalah pemberian semangat serta doa yang terus dipanjatkan oleh rekannya. Sebelum bertanding saja, seluruh rekan-rekannya mendoakannya dengan cara memagang pundaknya dimana Yuda menjadi pusat pegangan para rekannya. Hal ini adalah hal yang unik yang tidak dilakukan oleh kontingen lainnya.

Tidak hanya di awali dengan doa, tetapi saat juri menyatakan ia adalah pemenangnya, Yuda pun menutupnya dengan langsung melakukan sujud syukur pada tepi lapangan.

Yuda selaku pemenang pencak silat kelas D, 48kg-51kg putera, membagi tips akan keberhasilannya. "Kalau kita sedang main, kita jalani saja dengan santai. Kalau tidak santai bisa-bisa nanti malah tidak fokus," ujar remaja yang selalu bersyukur akan kemenangannya.

"Pertama-tama saya bersyukur kepada Allah, serta orang tua saya dan juga pelatih dan rekan-rekan saya yang telah menyemangati saya hingga saya dinobatkan sebagai pemenang,” ujar Yuda yang gemar berlari sore.

  
   Redaksi,           
Marsha Dwizashista Sakinah


Peliput SMAN 68 Jakarta
               





Itulah hasil karya gue :-) dan ga hanya itu, alhamdulillah sekolahpun dapat gelar sekolah terbaik saat perlombaan hehe. Teriakasih untuk semuanya :-) Semoga esok hari apa yang dibuat bisa lebih bagus :-) amiin.