17
Ramadhan adalah salah satu tanggal bersejarah,berkenaan dengan peristiwa
Nuzulul Quran (Peristiwa turunnya Al-Quran) Tapi tahukah kamu bahwa di tanggal
17 Ramadhan pula terjadi perang Badar?
Perang Badar merupakan kemenangan besar pertama Islam, perang
besar antara kaum muslimin di Madinah dengan suku Quraisy dalam perang tersebut pasukan muslimin hanya
berjumlah 313 , sedangkan pasukan Quraisy yang akan dihadapi berjumlah ribuan
orang.
‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑-----
Keadaan
ini pun membuat Rasulullah menangis dalam tahajjudnya. Dalam sujudnya beliau
memperbanyak, ‘Ya Hayuu, Ya
Qayum.’ Beliau mengulang-ngulangi ucapan itu , dan
menekuni sholat tahajjud sambil menangis dan berdoa terus menerus sampai pagi,
dalam doanya Beliau berkata; ‘Ya Allah aku mengingatkan-Mu akan janji-Mu, Ya
Allah jangan Engkau meninggalkanku, Ya Allah jangan Engkau membiarkanku, Ya
Allah jangan Engkau menyianyiakanku. Dikala itu Allahpun mengabarkan bahwa akan
memberikan bala bantuan sebanyak 3000 malaikat, namun Rasulpun tetap menangis
dan akhirnya Allah menambahkan lagi hingga 5000 malaikat
‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑‑
Dalam firmannya :
“(Ingatlah),
ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu :
“Sesungguhnya
aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang
datang berturut-turut”.(Al-Anfal:9)
Bantuan
Allah atas pasukan Malaikat ini juga tertulis dalam Surat Ali Imran ayat 123-125
yang artinya sebagai berikut:
"Sungguh
Allah telah menolong kamu dalam Peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika
itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertawakallah kepada Allah, supaya kamu
mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin,
"Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu
malaikat yang diturunkan (dari langit)?" Ya (cukup), jika kamu bersabar
dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya
Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda." ( QS.
Ali 'Imran : 123-125 )
‘Abdullah bin ‘Abbas menceritakan, “Tatkala seseorang dari kaum Muslimin dengan semangat mengejar seseorang dari kaum musyrikin yang berada di hadapannya, tiba-tiba dia mendengar pukulan cemeti di atasnya dan suara penunggang kuda yang berteriak, “Majulah wahai Haizum!”. (Haizum adalah kuda dari Malaikat Jibril) Seketika dia melihat ke arah orang musyrik yang berada di hadapannya tadi, dan didapatinya tersungkur dalam posisi terlentang, lalu dia melihatnya sedang keadaan hidungnya telah ditindik dan wajahnya telah terbelah seperti kena pukulan cemeti dan seluruhnya menghijau.”
Karenanya, seorang dari Anshor tadi datang kepada Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam untuk menceritakan tentang hal itu. Maka beliau pun berkata, “Benar yang engkau katakan, itu adalah sebagian dari bala bantuan dari langit ketiga.” (HR. Muslim.)
Abu
Dawud Al-Maziniy berkata, “Sesungguhnya aku mengikuti seorang laki-laki dari
kaum musyrikin untuk memenggalnya namun tiba-tiba kepalanya sudah terlebih
dahulu jatuh ke tanah sebelum pedangku menebasnya. Maka sadarlah aku bahwa ada
orang lain yang telah membunuhnya.”
Ya itu adalah bukti nyata bantuan yang dikirimkan oleh Allah, tak terlihat namun ia nyata. Turunnya para malaikat untuk ikut bertempur bersama pasukan Islam ini bertujuan menenangkan hati para prajurit Muslim,
“Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu),
melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan
kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi
Mahabijaksana,’ (QS. Al-Anfal: 10).
Kegagalan
dan keberhasilan bukan ada di tangan manusia, melainkan ada atas izin dan
kuasa-Nya.
Dan
pertolongan-Nya akan turun seiring dengan seberapa besar rasa ketergantungan
kita pada-Nya.
Ketika
keimanan kita melemah, kerindukan kita akan surga-pun padam, dan ketakutan kita
terhadap neraka-pun menipis, tapi sebaliknya, ketika keimanan kita meningkat
maka surga dan neraka bukan lagi menjadi tujuan, melainkan hanya keridhaan-Nya
lah yang menjadi pengharapan.
Singkat
cerita, peperangan di menangkan oleh ummat Muslimin, semua ini hasil dari
doa-doa yang dipanjatkan pada setiap malamnya.






0 komentar:
Posting Komentar