Malam itu,
tepatnya malam ke 23 Ramadhan 1439H (07 Juni 2018), tepat dimana bukber kelas
Saya di adakan.
Ya, terik
matahari yang silih berganti untuk menyambut senjapun menemani saya beserta orang-orang
yang pulang mencari nafkah kala itu.
Tujuan akhir adalah
rumah salah satu teman saya yang tak jauh dari kampus, dan Stasiun Depok Baru
adalah stasiun yang paling dekat dari rumahnya, namun karna ramainya isi kereta
niat hati ingin turun di satu stasiun sebelumnya, yaitu Pondok Cina dan entah
mengapa niat itu tiba-tiba hilang dari keinginan saya. Awalnya saya masih
berpikir, mungkin karna tanggung.
Dan ternyata……….
Sampailah
saya di Stasiun Depok Baru, baru saja turun, tak lama orang-orang dari gerbong
ke sepuluh (kereta bergerbong dua belas) berteriak “Jangan ditutup dulu” dengan nada
yang lantang dan berani. Sontak diri ini terkejut, dan ketika menoleh benar
saja ada seorang ibu-ibu yang masuk ke bawah peron (cela antar kereta dan peron
menunggu penumpang), dengan sigap Bapak-Bapak yang berada di kereta menarik ibu
tadi agar dapat naik ke atas peron lagi. Sedangkan bapak-bapak lainnya menolong
dengan memberi isyarat kepada masinis agar tidak menutup pintu kereta, karna
pada saat bersamaan, peringatan dari kereta yang akan menutup kereta sudah
berbunyi. Yap kejadian itu persis setelah adzan maghrib.
Suasana kala
itu benar-benar menegangkan, serta mengharukan, ketika satu sama lain saling
menolong, ya tak terbayang jika tidak ada tolong menolong kala itu, mungkin
hal-hal yang tidak di inginkan akan terjadi. Mungkin ibu itu memang dikirim
Allah untuk me-reminder kepada diri ini serta kepada orang-orang yang ada pada
saat itu, bahwa semua akan kembali kepadaNya, dan kasih sayangNya pun sangat
amatlah besar kepada hamba-hamba yang telah terpaut hati olehNya.
Jadilah malam
itu, malam Ramadhan ke 23 , bertepatan dengan malam jumat, menjadi malam untuk
merefleksi diri karna sampai saat ini masih dapat bernafas di bumi Allah, karna
lagi-lagi kita tak pernah tau pada saat kapan Allah memanggil kita, yang hanya
bisa kita lakukan adalah terus berbuat kebaikan, agar kelak saat kita di
panggil oleh Nya, sedang melakukan suatu kebaikan. Aamiin
Teruntuk sobat yang
membaca ini, jangan lelah untuk melangkah dan merefleksikan diri atas apa-apa
saja yang telah dilakukan, karna kita tak pernah tau kapan Allah memanggil
kita untuk kembali kepadaNya.



0 komentar:
Posting Komentar