Pengunjung

Hari ini, ingin ku ukir entah tentang kisah ku atau kisah mereka.
Kisah persahabatan kalian yang tahun ini memasuki tahun ke 3. Dimulai dari perjalanan ke kota Bogor, ku kira aku hanya bersama tante dan sepupu ku. Ternyata tidak, mereka mengajak sahabat-sahabatnya. Anak-anaknya saling bersahabat begitu pula para ibu dari mereka. Aku terkejut, bagaimana bisa. Dan setelah ku cari tahu, ya memang saat sepupuku masih duduk di bangku taman kanak-kanak jika aku berkesempatan untuk menjemputnya bersama tante ku. Para ibu dan anaknya selalu berbincang bersama, menghabiskan waktu bersama. Bahkan hingga menonton bersama. Namun kini mereka telah memasuki sekolah dasar, dan hebatnya mereka semua satu sekolah. Bagaimana pun mereka berusaha agar selalu bersama. Terkejut, dan seketika mengingat sebuah nama, yang kini terukir hanya sebagai sosok bayang-bayang di masa lalu. Sahabat TK, ya dia R. Ah sudahlah… Namun, benar-benar bermain bersama mereka seakan memutar semua kenangan di kala TK dahulu. Namun perbedaannya pada kebersamaan, karena hanya sebagian kecil teman TK ku yang aku tahu mereka melanjutkan jenjang pendidikan mereka dimana. Namun sayang dari segelintir orang yang aku tahu, sampai detik ini aku tak tahu dimana keberadaan R. Semenjak kejadian itu entah kemana entah dimana.

Kembali ke cerita mereka. Mereka, bercanda tawa bersama, main bersama hingga larut, bercanda tawa. Sungguh, rindu akan masa kanak-kanak. Walaupun mereka belum dewasa, namun coba lihatlah dengan seksama. Jika mereka tidak suka dengan seseorang akankah mereka membicarakannya dibelakang orang itu? Tentu tidak. Namun bagaimana dengan kita yang memasuki umur yang seharusnya dewasa. Namun kenyataan tak selalu sesuai dengan kehendak.


Berbagai karakter kutemui diantaranya, salah satunya adalah saat semua berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan, yang diakui, yang dianggap dan yang ingin didengar. Ternyata sifat seperti itu sudah muncul sedari kita masih kecil. Bukan hanya saat ini, saat kita benar-benar berkompetisi dalam meraih prestasi.

Ingin kubuatkan kisah untuk mereka, ya siapa tau jika persahabatan mereka terjaga hingga mereka beranjak dewasa, hingga mempunyai keluarga masing-masing. Mereka mempunyai cerita hidup tentang sebuah sahabat. Sahabat yang mereka temui sejak awal mereka menggulati dunia pendidikan , dari mereka mempunyai cita-cita, galauin cita-cita. Hingga akhirnya mencapai cita-cita mereka. Amat indah bukan jika memang mempunyai sahabat sejak kita kecil?:)

“Perumpamaan persaudaraan kaum muslimin dalam cinta dan kasih sayang di antara mereka adalah seumpama satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit maka mengakibatkan seluruh tubuh menjadi demam dan tidak bisa tidur.” (Hadist riwayat Muslim) 

24 Desember 2014