Lelah?
Siapa yang tak kenal kata ini?
Kata yang selalu dikatakan jika kita telah sampai ke titik jenuh, dan kita akan merasakannya.
Tapi... Apa jadinya bila rasa lelah ini kita rasakan untuk amanah yang kita dapat?
"Bukankah kita malah menjadi lalai?"
Ya, banyak orang yang merasa lelah dengan amanah yang mereka dapati, tapi akankah mereka sadar? Bahwa seharusnya mereka bersyukur. Bersyukur karena mereka telah berbuat banyak untuk dirinya sendiri dan orang lain dalam menjalani amanah tersebut.
Kadang, manusia merasa "Apa yang gue lakuin hanya sia-sia."
Tanpa mereka sadari, suatu hal kecil yang mereka lakukan, bisa menjadi seuatas senyuman kecil orang lain. Yang tentunya menjadi sumber pahala untuknya.
Tapi............. Rasa lelah itu kerap datang, dan datang lagi.
Hingga kita bingung harus bagaimana untuk menanggapinya.
Cukuplah pejamkan mata, istirahatkan ia sebentar. Rasakan nikmat yang telah ia rasakan. Nikmatnya sebuah penglihatan yang indah, sangat indah dan bijaksana untuk melihat masa depan yang cerah. Masa depan yang cerah, tentunya dimulai dari suatu amanah kecil yang kita dapat.
Mungkin rasa lelah ini hanyalah saat ketika kepentingan duniawimu sudah terlalu menyesakkan dada, sedang naluri ruhiyahmu sudah terlalu lapar dan meminta disegerakan atas pemenuhan haknya. Maka, berhentilah sebentar, berilah ia waktu. Waktu dikala hatimu bertemu dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Curahkan semua isi hatimu kepada Sang Pencipta pada sepertiga malam. Semua akan terasa indah, semua rasa lelah mu akan silih berganti menjadi sebuah ketenangan. Ketenangan yang selama ini kau cari jikalau kau merasa lelah. Biarkan rongga kosong itu terpenuhi oleh kebutuhan dan kedekatan dengan Sang Pencipta. Biarkan sebentar ia menjadi penyaring untuk membedakan yang benar dan yang salah. Biarkan lebih lama, seiring jalannya waktu ia pun akan menyemangatimu kembali, sehingga keluh dan kelelahan ini usai. Tak ada rasa lelah lagi yang dirasa, sekarang hanya rasa Bersyukur yang memenuhi hati ini, selanjutnya serahkan urusanmu kepada Sang Pecipta, Allah Subhanahu Wata'la..
Siapa yang tak kenal kata ini?
Kata yang selalu dikatakan jika kita telah sampai ke titik jenuh, dan kita akan merasakannya.
Tapi... Apa jadinya bila rasa lelah ini kita rasakan untuk amanah yang kita dapat?
"Bukankah kita malah menjadi lalai?"
Ya, banyak orang yang merasa lelah dengan amanah yang mereka dapati, tapi akankah mereka sadar? Bahwa seharusnya mereka bersyukur. Bersyukur karena mereka telah berbuat banyak untuk dirinya sendiri dan orang lain dalam menjalani amanah tersebut.
Kadang, manusia merasa "Apa yang gue lakuin hanya sia-sia."
Tanpa mereka sadari, suatu hal kecil yang mereka lakukan, bisa menjadi seuatas senyuman kecil orang lain. Yang tentunya menjadi sumber pahala untuknya.
Tapi............. Rasa lelah itu kerap datang, dan datang lagi.
Hingga kita bingung harus bagaimana untuk menanggapinya.
Cukuplah pejamkan mata, istirahatkan ia sebentar. Rasakan nikmat yang telah ia rasakan. Nikmatnya sebuah penglihatan yang indah, sangat indah dan bijaksana untuk melihat masa depan yang cerah. Masa depan yang cerah, tentunya dimulai dari suatu amanah kecil yang kita dapat.
Mungkin rasa lelah ini hanyalah saat ketika kepentingan duniawimu sudah terlalu menyesakkan dada, sedang naluri ruhiyahmu sudah terlalu lapar dan meminta disegerakan atas pemenuhan haknya. Maka, berhentilah sebentar, berilah ia waktu. Waktu dikala hatimu bertemu dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Curahkan semua isi hatimu kepada Sang Pencipta pada sepertiga malam. Semua akan terasa indah, semua rasa lelah mu akan silih berganti menjadi sebuah ketenangan. Ketenangan yang selama ini kau cari jikalau kau merasa lelah. Biarkan rongga kosong itu terpenuhi oleh kebutuhan dan kedekatan dengan Sang Pencipta. Biarkan sebentar ia menjadi penyaring untuk membedakan yang benar dan yang salah. Biarkan lebih lama, seiring jalannya waktu ia pun akan menyemangatimu kembali, sehingga keluh dan kelelahan ini usai. Tak ada rasa lelah lagi yang dirasa, sekarang hanya rasa Bersyukur yang memenuhi hati ini, selanjutnya serahkan urusanmu kepada Sang Pecipta, Allah Subhanahu Wata'la..
"Lelah?" Jujur, Iya. Tapi setiap aku ingin pergi, hati meminta berjuang lagi, dan logika berkata "Masa cuma segini aja?" dan akhirnya aku memilih untuk kembali.


