Assalamualaikum,
Peliput SMAN 68 Jakarta
Sudah lama vacum dari blogger, terakhir main blog itupun pas kelas 3SD karena tuntutan harus buat cerita :')
Entahlah dari kecil gue tipe orang yang suka cerita, dan mendengarkan cerita, apalagi bisa kasih nasehat ketemen gue, bahkan pernah terlintas dibenak gue menjadi psikolog.
Nah, gue juga tipe orang yang hayalan tingkat tinggi, bahkan terkadang saat gue lagi ga pengen ngayal, tiba-tiba ada aja kaya diotak gue ada bayangan akan suatu kejadian dan kadang kejadian itu terjadi.
Yang paling aneh dari sifat gue yang satu ini tuh, pernah saat gue lagi pulang kampung, pas keluar dari rest area, tiba-tiba gue malah kebayang ada kecelakaan truk tabrakan sama motor, dan menyebabkan tabrakan beruntun dan disitu ada 4 korban, gue inget banget pas kejadian itutuh jam 4 pagi. NAH! 12 jam setelah bayangan itu, sodara gue nelpon bapak gue dan ngabarin bahwa dia kecelakaan, dan dia menceritakan sama persis dengan apa yang ada di bayangan gue, bahkan tempat kejadiannya pun sama persis. Guepun bingung dan jadi banyak-banyak istighfar saat kejadian itu.
Oke skip, lanjut aja ya.
Beralih aja ke awal mula gue suka buat cerita, atau tulisan-tulisan kaya gini.
Ini semua bermula dari sahabat kecil gue, yang entahlah sekarang dia kemana yang pastinya dia itu bener-bener sahabat pertama gue, dia temen TK gue, dia itu baik banget, bahkan pas TK kalau gue udah dijemput sama kakak gue dan gue masih mau main, dia nemenin kakak gue main gundu, dan lain-lain. Tapi setelah lulus TK, pernah sih mau main ke rumahnya, tapi dia ternyata UDAH PINDAH. Oke, disitu gue sabar, nah sekitar gue kelas 4 SD, gue ketemu guru TK gue, kebetulan dia ngajar TPA untuk anak-anak di sekitar wilayah SD gue, SDIT Al-Marjan. Nah pas gue lagi beli minum Bu Hilda bilang "Marsha kamu kok ga dateng ke pernikahan ibu? Ibu udah kasih undangannya ke papa kamu." "Aku ga tau bu, papa ga ngasih tau aku apa-apa." "Yah sayang banget ya kamu ga dateng padahal 'dia' dateng loh." dan entahlah gue sedih banget saat tau kesempatan gue buat ketemu sahabat gue gagal, dan sampai sekarangpun gue masih berharap ketemu dan bermain bareng dia lagi :') udah 10tahun ga ketemu, mungkin udah banyak perubahan dari dia maupun gue.
Gue suka nulis karena gue suka membayangkan saat gue dan sahabat gue bertemu dan bermain bersama lagi, disitulah awal mula gue suka ngarang cerita.
Ga hanya itu, kalau ada masalah pun dan gue bingung buat cerita ke siapa, gue selalu mengungkapkannya dengan kata-kata yang gue tuangkan di ms.word yang ada passwordnya tentunya :)
Dan yang paling bikin gue lebih giat nulis adalah, saat gue pertama kali tertarik baca novel, yaitu novel "AI" karangan Wina Effendi.
Dan suatu ketika ada ajang dimana gue ikut pelatihan jurnalistik, dan ada lomba wartawan dan fotografi, nah gue mencoba keberuntungan gue di ajang nih, iseng-iseng berhadiahlah, nah ternyata tanpa gue duga-duga, karya gue pun dipanggil, dan ternyata gue salah satu pemenang dari 10 penulisan berita terbaik di ajang POPNAS 2013
Tibalah Waktunya
Setelah perjuangan keras ia lewati, pemetikan buah hasilpun tiba. Yuda Mahendri(16) pesilat asal Kepulauan Riau merasa sangat bangga dengan medali emas yang ia peroleh.
Padepokan pencak silat siang itu seakan menjadi saksi kemenangan atas Yuda Mahendri. Yuda menang tipis atas lawannya Abdul Malik yang berasal dari Sulawesi Utara. Dengan perolehan hasil akhir 3-2.
"Alhamdulillah setelah berlatih sekian lama saya bisa membawa pulang medali emas," ujar Yuda pesilat kelahiran 29 Agustus 1997.
Hasil yang ia peroleh adalah berkat hasil latihan kerasnya dimana ia mulai benar-benar mengikuti ajang perlombaan pencak silat pada beberapa tahun yang lalu. Bahkan sebelum mengikuti POPNAS, ia pernah dikalahkan oleh Bagus Adi,lawannya saat semi final.
Tidak hanya faktor latihan saja yang membuatnya menang. Tetapi yang membuatnya menang adalah pemberian semangat serta doa yang terus dipanjatkan oleh rekannya. Sebelum bertanding saja, seluruh rekan-rekannya mendoakannya dengan cara memagang pundaknya dimana Yuda menjadi pusat pegangan para rekannya. Hal ini adalah hal yang unik yang tidak dilakukan oleh kontingen lainnya.
Tidak hanya di awali dengan doa, tetapi saat juri menyatakan ia adalah pemenangnya, Yuda pun menutupnya dengan langsung melakukan sujud syukur pada tepi lapangan.
Yuda selaku pemenang pencak silat kelas D, 48kg-51kg putera, membagi tips akan keberhasilannya. "Kalau kita sedang main, kita jalani saja dengan santai. Kalau tidak santai bisa-bisa nanti malah tidak fokus," ujar remaja yang selalu bersyukur akan kemenangannya.
"Pertama-tama saya bersyukur kepada Allah, serta orang tua saya dan juga pelatih dan rekan-rekan saya yang telah menyemangati saya hingga saya dinobatkan sebagai pemenang,” ujar Yuda yang gemar berlari sore.
Redaksi,
Marsha Dwizashista Sakinah
Peliput SMAN 68 Jakarta
Itulah hasil karya gue :-) dan ga hanya itu, alhamdulillah sekolahpun dapat gelar sekolah terbaik saat perlombaan hehe. Teriakasih untuk semuanya :-) Semoga esok hari apa yang dibuat bisa lebih bagus :-) amiin.



