Pengunjung

Setiap pemimpin ada masanya, dan setiap masa ada caranya.

Begitulah yang pasti terjadi, semua pemimpin akan silih berganti dan akan terus seperti itu. Semua orang terlahir untuk menjadi seorang pemimpin, tentunya untuk memimpin dirinya sendiri. Semua orang pun berkesempatan untuk menjadi pemimpin untuk orang disekitarnya, namun tak semua orang memiliki jiwa kepemimpinan. Lantas seperti apakah pemimpin yang ideal?
Sebelum membahas lebih lanjut tentang seperti apakah pemimpin ideal, ada baiknya kita tahu terlebih dahulu pemimpin itu apa, menurut KBBI pemimpin adalah orang yang memimpin, petunjuk; buku petunjuk (pedoman) . Setelah kita paham dari makna  pemimpin itu sendiri, dapat diartikan bahwa pemimpin itu adalah sosok karakter yang dijadikan pedoman untuk sesamanya, untuk anggotanya dan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Tiap-tiap jiwa pemimpin, memiliki cara peng-implementasian yang berbeda. Orang-orang pun memiliki cara pandang sendiri  untuk menilai sebuah pemimpin. Namun memang ada beberapa karakter yang harus ada di dalam jiwa pemimpin.
Karakter itulah yang akan menjadikan ciri khas mereka dalam memimpin, menjadikan diri mereka menjadi berwiba, menjadikan diri mereka yang dijadikan teladan untuk bertindak. Tentunya menjadi seorang pemimpin bukan hal yang mudah, karena dipundaknyalah tanggung jawab yang besar, ditangannya lah digenggam harapan-harapan orang disekitarnya dan di mimpinya lah cita-cita orang disekitarnya digantungkan. Yang perlu diingat bukan bagaimana ia memimpin tapi apa yang ia lakukan saat kepemimpinannya, kebijakan yang ia keluarkan bahkan satu kata yang ia lontarkan akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.
Apakah seorang pemimpin ideal adalah yang memiliki kekayaan secara materi? Atau mungkin pemimpin ideal itu adalah mereka yang memiliki nilai tertinggi saat mengenyam pendidikan? Tentu saja bukan itu, semua itu bukan sebuah tolak ukur.
Seorang pemimpin ideal adalah mereka yang dapat menjadi inisiator pertama yang dapat menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi, tak memandang permasalahan itu datang dari  masa lalu, masa kini bahkan untuk masa depan pun haruslah seorang pemimpin dapat menyelesaikannya. Mereka-mereka lah yang mempunyai dedikasi tinggi untuk apa yang mereka pimpin, yang merendahkan ego mereka demi terciptanya keharmonisan antar sesama anggotanya.
Talk is cheap, but action is priceless. Berbicara itu murah, namun amal perbuatannya tidak ternilai harganya. Itu yang menjadi patokan seorang pemimpin dalam berucap, tak mudah mengucapkan sebuah keputusan namun setiap tindakannya adalah nilai yang tak ternilai. Tindakan yang ia lakukan menjadikannya sebuah panutan, perkataannya yang membuat mereka dipercaya dan dedikasi tinggi serta rasa mengayomi mereka yang membuat orang disekitarnya nyaman dengan masa kepemimpinannya.  Kehadirannya dinantikan dan keperginnya ditangisi.

Tentunya untuk menjadi pemimpin ideal, tiap-tiap jiwa mereka harus terdapat sifat kepemimpinan, ada pun 5 level untuk  jiwa kepemimpinan itu sendiri adalah sebagai berikut:
1.  Position,  people follow because they have to.
2. Permission,  people follow because they want to.
3.Production, people follow because of what you have done for the organization.
4.People Development, people follow because of what you have done for them.
5. Pinnacle, people follow because of who you are and what you represent.

Lantas sudah sejauh apakah jiwa kepemimpinan yang ada di diri kita? Saya yakin, kitalah generasi penerus yang akan menjadi pemimpin, baik menjadi pemimpin diri sendiri maupun mempin khalayak umum. Ideal atau tidaknya kepemimpinanmmu, kamu sendiri yang menentukannya.

Referensi:
John C Maxwell, Center Street, 2011, What are the 5 Levels of Leadership? , http://johnmaxwellonleadership.com
Felix Siauw,  How to master your habits
 
Pemimpin Ideal adalah mereka yang dapat mencetak pemimpin- 
pemimpinn selanjutnya untuk menghadapi berbagai permasalahan 
disetiap zamannya.



1 komentar:

Agung Sugiarto mengatakan...

wah, ternyata sudah baca John C Maxwell juga ya :)
yuk, semangat menulis.

Posting Komentar