Judul : PERNAH
Karya: Marsha Dwizashista Sakinah
Pernah
Pernah aku merasa … Dimana aku merasa berada di titik terbawah dalam hidupku
Pernah
Pernah aku merasa, kala itu dunia sedang tidak memihak kepadaku
Pernah
Pernah aku kehilangan orang yang paling aku cintai dan paling aku sayangi, ya orang itu adalah salah satu dari orangtua ku
Pernah
Pernah aku sempat menyalahkan diri atas semua yang terjadi, atas rasa sesal akan telatnya diri dalam berbuat baik kepadanya
Pernah
Ingin rasanya pergi dari dunia ini, pergi dari segala penatnya rutinitas dan mencari ketenangan dan kesenangan yang ntah sampai kapan aku cari
Pernah
Pernah aku merasa bahwa diriku kini sudah tak ada artinya lagi, apalah arti diriku tanpa sosok orang yang ku kasihi yang kini telah pergi jauh meninggalkanku
Hidup bagaikan seekor merpati yang terbang tanpa arah, tanpa ada satu sisi sayap yang membersamai, berat, berat rasanya kehilang engkau yang sangat berarti dalam hidupku
Pernah
Sering kali ada masa dimana aku sangat merindukan beliau , belaiannya, rasa sayangnya bahkan amarahnya beliau pun aku rindukan
Pernah
Pernah aku merasa tidak ada artinya lagi di dunia ini tanpa kehadirannya, merasa seperti orang asing, merasa seperti orang yang tak tau arah
Pernah
Sempat terlintas dalam pikirku untuk aku menjadi anak yang nakal saja, karna ku yakin dengan cara itu aku dapat melupakan masalahku, dapat menghilangkan rasa sedihku
Mungkin nasib ku tidak sama seperti yang lain
Ada satu wajah yang membuatku menangis di tiap malam..
Wajah yang membuatku merindukan nya
Kusimpan rindu untuk beliau yang jauh dari ku
Kan ku ingat selalu pengorbanan akan jasanya, masa-masa bersama kala itu
Aku ingin mengatakan kepadanya bahwa aku ingin kau ada disini bersamaku untuk melangkahkan kaki, tak bisa aku ingkari, tanpa engkau hidupku merasa lemah
Dan akhirnya…
Pernah ..
Pernah aku berada di titik dimana aku tersadar, bahwa apa yang ku rasakan selama ini tak ada gunanya, malah membuat beliau tambah bersedih
Aku sadar aku memang tak seperti mereka, berjalan di bumi Allah bagaikan seekor merpati tanpa satu sisi sayap yang membersamainya, memang berat tapi kini aku tersadar bahwa aku memiliki Allah Maha Memberi Segalanya untukku. Aku punya Allah yang senantiasa membersamaiku
Memang aku bersedih, tapi aku yakin Allah mempunyai beribu alasan agar aku tersenyum dan tetap melangkahkan kaki
Pernah
Pernahaku tersadar bahwa kini aku harus memiliki mimpi agar aku dapat membahagiakan orang-orang yang masih ada untukku. Aku sadar aku punya Allah. Aku punya Allah yang Maha Memberi Segalanya untuk setiap langkah yang ku ambil
Kini aku semakin yakin untuk melangkah kan kaki di bumi Allah bersama ridha Nya
Tertanda seseorang yang merindukanmu



3 komentar:
Ka bagus banget puisinya
Ini keluh kesah yg lagi aku alamin
Terus berkarya ya ka tetap semangat
Terima kasih Hasni:) Kamu harus tetap semangat dan memiliki mimpi ya!:) Buat orang-orang di sekitarmu bangga pada mu:)
Itu puisinya kaya pengalaman pribadi ya kak
mantap banget
Pernah
Jangan lupa kunjungi https://www.jelajahlagi.id
Posting Komentar