Assalamualaikum Ramadhan, bulan yang telah lama ku rindu , bulan yang penuh berkah dan rahmat.
Alhamdulillah Allah masih memberi kesempatan untuk bertemu lagi dengan mu, bulan nan suci.
Ramadhan kali ini , sungguh amat berbeda dari Ramadhan sebelumnya.
Bukan karena diiringi dengan piala dunia , namun di iringi dengan tangis,
Tangis melihat saudara seiman kita yang sedang berjuang dijalan Allah, ya saudara kita yang berada di Palestina.
Ingatkan akan sebuah lantunan lagu ,We Will Not Go Down (Song for Gaza) ? Lagu itu memang lagu yang terbilang cukup lama. Namun fakta tetap mengatakan seperti itu.
Sungguh hati ini menangis saat membaca sebuah dialaog ketika orang-orang Palestina ditanya mengapa mereka tidak pergi saja dari sana dan mengungsi ke Negara tetangga?
Mereka menjawab..
"Jika kami keluar dari Tanah ini (Palestina), maka siapa lagi yang akan menjaga masjid suci al-Aqsha? Siapa lagi yang akan menjaga Tanah wakaf umat Islam? Biarkan kami tetap di sini, mewakili kalian (seluruh umat Islam di dunia), saudaraku".
Tidak kah kita sadar mereka mengatakan "Mewakili kalian (seluruh umat di dunia), saudaraku" lalu apa yang dapat kita lakukan ? Hanya mengucapkan terimakasih? Ku rasa kita bisa lebih memberikan mereka selain kata ucapan terimakasih. Salah satunya adalah dengan menyumbangkan harta yang kita punya, sekecil apapun, asalkan itu ikhlas, itu akan menjadi tabungan kita di surga. Aamiin
"Allah senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba-Nya menolong saudaranya"-HR.Muslim
Namun, jika tak punya banyak harta untuk di donasikan, berilah do'a kepada mereka. Karena itulah kekuatan kami, orang Islam. Yang pihak lawan tak punyai.Bulan ini adalah bulan yang dan penuh rahmat dimana do'a-do'a akan di kabulkan. Luangkan waktu mu untuk mendo'a kan saudara-saudaramu.
Ada sisi lain yang membuat hati ini berfikir, saat Ustadz Salim A.Fillah berkesempatan untuk ke sana
1. Al-Quran memuliakan Gaza, Anak2 dan penduduk Gaza mencintai Al-Qur’an dengan membaca dan menghafalkannya di toko, mall, apotek, saat orang antri membayar ada fasilitas setor hafalan Al-Qur’an.
Anak2 di Gaza saat ditanya, cita2nya adalah syahid. Mereka tahu caranya adalah dengan menghafal Quran, karena Hamas hanya menempatkan orang2 yang terbaik Quran nya untuk menempati posisi2 strategis yang dekat dengan syahid.
2. Ismail Haniya, orang yang paling diburu Israel ternyatat sangat mudah ditemui di
Gaza. Dia pemimpin seperti Umar bin Khattab. Pagi ngantor, sore mengunjungi
rumah2 rakyat dan makan bersama mereka, malam menemui tamu2nya.
3. Cover boy majalah remaja di Gaza adalah gambar para syuhada mereka, penduduk Gaza yang mati syahid.
4. Setiap mendengar tembakan, penduduk Gaza akan bertanya, "Siapa yg mendapat
kemuliaan dr Allah untuk syahid hari ini?"
5. Universitas Islam Gaza, adalah sebuah universitas yang sangat bagus, didirikan oleh Syeikh Ahmad Yasin. Anak beliau bekerja di universitas tersebut sebagai tukang kebun,
merawat kampus dan kebun yang dulu dibangun ayahnya dengan kursi rodanya (mengangkati batu dg kursi roda).
6. Rumah2 para syuhada Gaza sangat sederhana meski negara memuliakan ahli
warisnya dengan tunjangan uang yang besar. Para ahli waris itu hanya mengambil seperlunya, sisanya dikembalikan ke rakyat. Seperti ahli syeikh Ahmad Yasin yang mengembalikan uangnya ke umat dengan cara membuat sumur untuk
rakyat
Poin pertama lah yang membuat hati ini kembali menangis, dalam keadaan seperti itu mereka dapat menghafal Qur’an. Sedangkan kita?
Gaza, gudang para syuhada, berisi para mujahid.. Maa sya Allah, sungguh hebat perempuan-perempuan Gaza.. Dari rahimnya lah terlahir para syuhada..
Sedikit mengkutip dari berita yang ada ,tentang pasukan putih nan misterius..
Sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.
Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.
Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan, mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.
Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, "Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!"
Sumber : http://munsypedia.blogspot.com/2013/09/misteri-pasukan-misterius-yang-membantu.html#ixzz37F24I5Kr
“…dan Dia menurunkan bala tentara (para malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir. Itulah balasan bagi orang-orang kafir”-At Taubah 62
Maa sya Allah :’) laa quwata illaa billah.. KebesaranMu memang nyata:’) tentang pasukan putih yang ada di Palestina, atau bala tentara lainnya yang tak terlihat namun nyata:’)
Aku hanya berharap, berilah yang terbaik kepada mereka ya Allah, kepada saudara-sauaraku yang sedang berjuang, jikalau sudah waktunya mereka dipanggil oleh Mu, berilah mereka kemuliaan untuk bersanding di dekat mu ya Allah , di surga Mu:)



0 komentar:
Posting Komentar